LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN (KKL)
DI MAN INSAN
CENDEKIA SERPONG TANGERANG
Laporan disusun guna memenuhi tugas kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL)
Program Studi Pendidikan Agama Islam Jurusan Tarbiyah STAIN
Pekalongan
Semester Genap Tahun Akademik 2012/2013
![]() |
Disusun oleh :
Kelompok
XI
Ketua : Muhammad Anang Saefulloh (NIM. 2021210110)
Anggota : 1. Dina Afiat Wijayanti (NIM. 2021210033)
2.
Rika
Ristiana (NIM. 2021210177)
3.
Dewi
Afriyani (NIM.
2021210180)
4.
Naili
Nafiqoh (NIM.
2021210221)
5.
Mu’sodah (NIM.
2021210096)
6.
Dewi
Ermaningsih (NIM.
2021210093)
7.
Nasurun (NIM. 2021210103)
8.
Evi
Sulistiyani (NIM.
2021210114)
9.
Rizqi
Muqoddimah (NIM.
2021210094)
10.
Muhammad
Zulqornein (NIM. 2021210091)
11.
Irmayanti (NIM.
2021210113)
12.
Ristiowati (NIM. 2021210122)
13.
Khanifatul
Maulida (NIM. 2021210044)
14.
Fidiyatul
Aeni (NIM.
2021210102)
SEKOLAH TINGGI
AGAMA ISLAM PEKALONGAN
TAHUN 2013
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Eksistensi kegiatan KKL bagi Mahasiswa Jurusan
Tarbiyah STAIN Pekalongan
Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) tentang
ketarbiyahan (kependidikan) bagi mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan
Agama Islam (PAI) Jurusan Tarbiyah STAIN Pekalongan memiliki dasar pemikiran
yang menjadi acuan eksistensi kegiatan tersebut. Adapun dasar pemikirannya
adalah sebagai berikut :
1.
Dalam
kurikulum jurusan Tarbiyah STAIN Pekalongan, bobot KKL adalah 0 SKS, namun
demikian program ini bersifat wajib bagi seluruh mahasiswa. Dikatakan wajib
karena kegiatan ini merupakan program intra-kurikuler mahasiswa Prodi PAI
Jurusan Tarbiyah STAIN Pekalongan. Oleh karena itu, setiap mahasiswa yang belum
melakukan kegiatan ini, dipastikan secara administrasi dan akademis belum
diakui memenuhi kualifikasi sebagai output
(keluaran) dan outcome (hasil)
mahasiswa STAIN Pekalongan.
2.
Kompetensi
utama lulusan mahasiswa Prodi PAI Jurusan Tarbiyah STAIN Pekalongan yaitu menjadi guru agama Islam yang
profesional. Untuk memiliki kompetensi tersebut, mahasiswa sebagai calon guru
harus meningkatkan kualitas dirinya secara terus menerus melalui usaha
pendidikan dan pelatihan serta menggali pengalaman yang diperoleh dari berbagai
lembaga pendidikan yang telah menunjukkan keunggulan dalam mengembangkan
profesi guru.
3.
Disamping
kompetensi utama diatas, lulusan mahasiswa Prodi PAI Jurusan Tarbiyah diharapkan
dapat menjadi pengelola lembaga pendidikan yang profesional dan unggul. Sebagai
pengelola lembaga pendidikan yang profesional dan unggul, mereka dituntut untuk
memiliki berbagai pengalaman tentang pengelolaan lembaga pendidikan. Mereka
harus belajar secara langsung terhadap lembaga pendidikan yang telah mampu
mengelola pendidikan secara unggul dan profesional.
Untuk itu, Jurusan Tarbiyah STAIN Pekalongan memilih
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong Tangerang sebagai tempat
KKL tentang ketarbiyahan bagi mahasiswa Prodi PAI Jurusan Tarbiyah pada
semester genap tahun akademik 2012/2013 karena sekolah tersebut termasuk
lembaga pendidikan di Indonesia yang unggul dan berprestasi.
B.
Standar dan Kompetensi Dasar kegiatan KKL
Standar
kompetensi kegiatan KKL tentang ketarbiyahan adalah mahasiswa mampu menelaah
secara komprehensif tentang Pengelolaan
Pendidikan di MAN Insan Cendekia Serpong Tangerang. Adapun kompetensi
dasar yang hendak dicapai oleh mahasiswa peserta KKL tentang ketarbiyahan
adalah sebagai berikut :
1.
Mahasiswa
dapat mengurai tentang manajemen pengelolaan kurikulum dan program
pembelajaran.
2.
Mahasiswa
dapat menemukan tentang manajemen tenaga kependidikan
3.
Mahasiswa
dapat mengungkap manajemen kesiswaan.
4.
Mahasiswa
dapat menelaah tentang manajemen keuangan dan pembiayaan.
5.
Mahasiswa
dapat menggali tentang manajemen sarana dan prasarana.
6.
Mahasiswa
dapat mengungkap tentang manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat.
BAB
II
POKOK-POKOK PEMIKIRAN
MANAJEMEN PENDIDIKAN
A.
Pengertian Manajemen
Sekolah
Istilah
manajemen mengacu pada kata “to manage” yang
berarti mengatur, mengurus atau mengelola. Seperti yang terjadi pada banyak
bidang studi lainnya yang menyangkut human,
maka manajemen tergolong yang sulit didefinisikan. Di bawah ini akan
disampaikan beberapa pengertian umum tentang manajemen yang disampaikan oleh
beberapa ahli.
Dari
Kathryn M. Bartol dan David C. Martin yang dikutip oleh A.M. Kadarman SJ dan
Jusuf Udaya (1995) memberikan rumusan manajemen
adalah proses untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan
melakukan kegiatan dari empat fungsi utama yaitu merencanakan (planning), mengorganisasi (organizing), memimpin (leading), dan mengendalikan (controlling). Dengan demikian,
manajemen adalah sebuah kegiatan yang berkesinambungan.
Sedangkan
dari Stoner sebagaimana dikutip oleh T. Hani Handoko (1995) mengemukakan bahwa Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan
sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang
telah ditetapkan.
Secara
khusus dalam konteks pendidikan, Djam’an Satori (1980) memberikan pengertian
manajemen pendidikan dengan menggunakan istilah administrasi pendidikan yang
diartikan sebagai keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber
personil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan
yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.
B.
Fungsi Manajemen
Dikemukakan
di atas bahwa manajemen pendidikan merupakan suatu kegiatan. Kegiatan dimaksud
tak lain adalah tindakan-tindakan yang mengacu kepada fungsi-fungsi manajamen.
Berkenaan dengan fungsi-fungsi manajemen ini, H. Siagian (1977) mengungkapkan
pandangan dari beberapa ahli sebagai berikut:
1.
Menurut
G.R. Terry terdapat empat fungsi manajemen, yaitu :
a.
Planning (perencanaan);
b.
Organizing (pengorganisasian);
c.
Actuating (pelaksanaan); dan
d.
Controlling (pengawasan).
2.
Sedangkan menurut Henry Fayol terdapat lima fungsi manajemen yaitu :
a.
Planning (perencanaan);
b.
Organizing (pengorganisasian);
c.
Commanding (pengaturan);
d.
Coordinating (pengkoordinasian); dan
e.
Controlling (pengawasan).
Untuk
memahami lebih jauh tentang fungsi-fungsi manajemen pendidikan, berikut akan
dipaparkan tentang fungsi-fungsi manajemen pendidikan dalam perspektif
persekolahan, dengan merujuk kepada pemikiran G.R. Terry, meliputi :
1.
Perencanaan (planning)
Perencanaan
tidak lain merupakan kegiatan untuk menetapkan tujuan yang akan dicapai beserta
cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut. Arti penting perencanaan
terutama adalah memberikan kejelasan arah bagi setiap kegiatan, sehingga setiap
kegiatan dapat diusahakan dan dilaksanakan seefisien dan seefektif mungkin.
Perencanaan
strategik akhir-akhir ini menjadi sangat penting sejalan dengan perkembangan lingkungan
yang sangat pesat dan sangat sulit diprediksikan, seperti perkembangan
teknologi yang sangat pesat, pekerjaan manajerial yang semakin kompleks, dan
percepatan perubahan lingkungan eksternal lainnya.
Pada bagian
lain, T. Hani Handoko memaparkan secara ringkas tentang langkah-langkah dalam
penyusunan perencanaan strategik, sebagai berikut :
a.
Penentuan misi dan tujuan,
yang mencakup pernyataan umum tentang misi, falsafah dan tujuan. Perumusan misi
dan tujuan ini merupakan tanggung jawab kunci manajer puncak.
b.
Pengembangan profil
perusahaan, yang mencerminkan kondisi internal dan kemampuan perusahaan dan
merupakan hasil analisis internal untuk mengidentifikasi tujuan dan strategi sekarang serta memerinci kuantitas dan
kualitas sumber daya-sumber daya perusahaan yang tersedia.
c.
Analisa lingkungan eksternal,
dengan maksud untuk mengidentifikasi cara-cara dan perubahan-perubahan
lingkungan yang dapat
mempengaruhi organisasi.
Meski
pendapat di atas lebih menggambarkan perencanaan strategik dalam konteks bisnis,
namun secara esensial konsep perencanaan strategik ini dapat diterapkan pula
dalam konteks pendidikan, khususnya pada tingkat persekolahan, karena memang pendidikan di Indonesia dewasa
ini sedang menghadapi berbagai tantangan internal maupun eksternal sehingga
membutuhkan perencanaan yang benar-benar dapat menjamin stabilitas pendidikan itu sendiri.
2.
Pengorganisasian (organizing)
Fungsi
manajemen berikutnya adalah pengorganisasian (organizing). G. R. Terry (1986) mengemukakan bahwa Pengorganisasian adalah tindakan
mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif antara orang-orang,
sehingga mereka dapat bekerja sama secara efisien, dan memperoleh kepuasan
pribadi dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu, dalam kondisi lingkungan
tertentu guna mencapai tujuan atau sasaran tertentu.
3.
Pelaksanaan (actuating)
Dari seluruh
rangkaian proses manajemen, pelaksanaan (actuating)
merupakan fungsi manajemen yang paling utama. Dalam fungsi perencanaan dan
pengorganisasian lebih banyak berhubungan dengan aspek-aspek abstrak proses
manajemen, sedangkan fungsi actuating justru lebih menekankan pada kegiatan
yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi
Dalam hal ini, G. R. Terry (1986) mengemukakan bahwa actuating merupakan usaha menggerakkan
anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan
berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota
perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai
sasaran-sasaran tersebut.
4.
Pengawasan (controlling)
Pengawasan (controlling) merupakan fungsi manajemen
yang tidak kalah pentingnya dalam suatu organisasi. Semua fungsi terdahulu,
tidak akan efektif tanpa disertai fungsi pengawasan. Dengan demikian,
pengawasan merupakan suatu kegiatan yang berusaha untuk mengendalikan agar
pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan memastikan apakah tujuan
organisasi tercapai. Apabila terjadi penyimpangan di mana letak penyimpangan
itu dan bagaimana pula tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya.
Fungsi-fungsi manajemen diatas berjalan saling berinteraksi dan
saling kait mengkait antara satu dengan lainnya, sehingga menghasilkan apa yang
disebut dengan proses manajemen. Dengan demikian, proses manajemen sebenarnya
merupakan proses interaksi antara berbagai fungsi manajemen.
Dalam perspektif persekolahan, agar tujuan pendidikan di sekolah dapat
tercapai secara efektif dan efisien, maka proses manajemen pendidikan memiliki
peranan yang amat vital. Karena bagaimana pun sekolah merupakan suatu sistem
yang di dalamnya melibatkan berbagai komponen dan sejumlah kegiatan yang perlu
dikelola secara baik dan tertib.
Dengan demikian, setiap kegiatan pendidikan di sekolah harus memiliki
perencanaan yang jelas dan realisitis, pengorganisasian yang efektif dan
efisien, pengerahan dan pemotivasian seluruh personil sekolah untuk selalu
dapat meningkatkan kualitas kinerjanya, dan pengawasan secara berkelanjutan.
C.
Macam-Macam Manajemen Pendidikan Sekolah
Merujuk kepada kebijakan Direktorat Pendidikan Menengah Umum Kementerian Pendidikan Nasional dalam buku Panduan Manajemen Sekolah, berikut ini akan diuraikan secara
ringkas tentang bidang-bidang kegiatan pendidikan di sekolah, yang mencakup :
1.
Manajemen Kurikulum
Manajemen
kurikulum merupakan subtansi manajemen yang utama di sekolah. Prinsip dasar
manajemen kurikulum ini adalah berusaha agar proses pembelajaran dapat berjalan
dengan baik, dengan tolok ukur pencapaian tujuan oleh siswa dan mendorong guru
untuk menyusun dan terus menerus menyempurnakan strategi pembelajarannya.
Dalam konteks
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Tita Lestari (2006) mengemukakan
tentang siklus manajemen kurikulum yang terdiri dari empat tahap :
a.
Tahap perencanaan; meliputi
langkah-langkah sebagai : (1) analisis kebutuhan; (2) merumuskan dan menjawab
pertanyaan filosofis; (3) menentukan disain kurikulum; dan (4) membuat rencana
induk (master plan): pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian. Tahap pengembangan; meliputi
langkah-langkah : (1) perumusan rasional atau dasar pemikiran; (2) perumusan
visi, misi, dan tujuan; (3) penentuan struktur dan isi program; (4) pemilihan
dan pengorganisasian materi; (5) pengorganisasian kegiatan pembelajaran; (6)
pemilihan sumber, alat, dan sarana belajar; dan (7) penentuan cara mengukur
hasil belajar.
b.
Tahap implementasi atau pelaksanaan;
meliputi langkah-langkah : (1)
penyusunan rencana dan program pembelajaran (Silabus, Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran); (2) penjabaran materi (kedalaman dan keluasan); (3) penentuan
strategi dan metode pembelajaran; (4) penyediaan sumber, alat, dan sarana
pembelajaran; (5) penentuan cara dan alat penilaian proses dan hasil belajar;
dan (6) setting lingkungan pembelajaran
c.
Tahap penilaian; terutama
dilakukan untuk melihat sejauhmana kekuatan dan kelemahan dari kurikulum yang
dikembangkan, baik bentuk penilaian formatif maupun sumatif. Penilailain
kurikulum dapat mencakup konteks,
input, proses, produk (CIPP).
2.
Manajemen Kesiswaan
Dalam manajemen kesiswaan terdapat empat prinsip
dasar, yaitu :
a.
Siswa harus diperlakukan
sebagai subyek dan bukan obyek, sehingga harus didorong untuk berperan serta
dalam setiap perencanaan dan pengambilan keputusan yang terkait dengan kegiatan
mereka;
b.
Kondisi siswa sangat beragam,
ditinjau dari kondisi fisik, kemampuan intelektual, sosial ekonomi, minat dan
seterusnya. Oleh karena itu diperlukan wahana kegiatan yang beragam, sehingga
setiap siswa memiliki wahana untuk berkembang secara optimal;
c.
Siswa hanya termotivasi
belajar, jika mereka menyenangi apa yang diajarkan;
d.
Pengembangan potensi siswa tidak
hanya menyangkut ranah kognitif, tetapi juga ranah afektif, dan psikomotor.
3.
Manajemen Personalia
Terdapat empat
prinsip dasar manajemen personalia yaitu :
a.
Dalam mengembangkan sekolah,
sumber daya manusia adalah komponen paling berharga;
b.
Sumber daya manusia akan
berperan secara optimal jika dikelola dengan baik, sehingga mendukung tujuan
institusional;
c.
Kultur dan suasana organisasi
di sekolah, serta perilaku manajerial sekolah sangat berpengaruh terhadap
pencapaian tujuan pengembangan sekolah; dan
d.
Manajemen personalia di
sekolah pada prinsipnya mengupayakan agar setiap warga dapat bekerja sama dan
saling mendukung untuk mencapai tujuan sekolah.
4.
Manajemen Keuangan
Manajemen
keuangan di sekolah terutama berkenaan
dengan kiat sekolah dalam menggali dana, kiat sekolah dalam mengelola dana,
pengelolaan keuangan dikaitkan dengan program tahunan sekolah, cara
mengadministrasikan dana sekolah, dan cara melakukan pengawasan, pengendalian
serta pemeriksaan.
Inti dari
manajemen keuangan adalah pencapaian efisiensi dan efektivitas. Oleh karena
itu, disamping mengupayakan ketersediaan dana yang memadai untuk kebutuhan
pembangunan maupun kegiatan rutin operasional di sekolah, juga perlu
diperhatikan faktor akuntabilitas dan transparansi setiap penggunaan keuangan
baik yang bersumber dari pemerintah, masyarakat dan
sumber-sumber lainnya.
5.
Manajemen Perawatan Preventif Sarana dan Prasana Sekolah
Manajemen
perawatan preventif sarana dan prasana sekolah merupakan tindakan yang
dilakukan secara periodik dan terencana untuk merawat fasilitas fisik, seperti
gedung, mebeler, dan peralatan sekolah lainnya, dengan tujuan untuk
meningkatkan kinerja, memperpanjang usia pakai, menurunkan biaya perbaikan dan
menetapkan biaya efektif perawatan sarana dan prasarana sekolah.
Dalam
manajemen ini perlu dibuat program perawatan preventif di sekolah dengan cara
pembentukan tim pelaksana, membuat daftar sarana dan prasarana, menyiapkan jadwal kegiatan perawatan, menyiapkan lembar evaluasi untuk
menilai hasil kerja perawatan pada masing-masing bagian dan memberikan
penghargaan bagi mereka yang berhasil meningkatkan kinerja peralatan sekolah
dalam rangka meningkatkan kesadaran merawat sarana dan prasarana sekolah.
6.
Manajemen Kinerja Guru
Dalam
perspektif manajemen, agar kinerja guru dapat selalu ditingkatkan dan mencapai
standar tertentu, maka dibutuhkan suatu manajemen kinerja (performance management). Manajemen kinerja
guru terutama berkaitan erat dengan tugas kepala sekolah untuk selalu melakukan
komunikasi yang berkesinambungan, melalui jalinan kemitraan dengan seluruh guru
di sekolahnya.
BAB
III
POKOK-POKOK PEMIKIRAN
MANAJEMEN PENDIDIKAN
DAN IMPLEMENTASINYA DI MAN
INSAN CENDEKIA SERPONG TANGERANG
A.
Visi dan Misi MAN Insan Cendekia Serpong Tangerang
1.
Visi
Mewujudkan
sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dalam keimanan dan ketakwaan,
menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu mengaktualisasikannya
dalam kehidupan bermasyarakat.
2.
Misi
a.
Menyiapkan calon pemimpin masa
depan yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, mempunyai daya juang
tinggi, kreatif, inovatif dan mempunyai landasan iman dan takwa yang kuat.
b.
Meningkatkan pengetahuan
dan kemampuan profesional tenaga pendidik dan kependidikan sesuai perkembangan
dunia pendidikan.
c.
Menjadikan MAN Insan Cendekia
sebagai sekolah/madrasah model dalam pengembangan pengajaran iptek dan imtak
bagi lembaga pendidikan lainnya.
B.
Manajemen Pengelolaan Kurikulum dan Pembelajaran
Untuk
mewujudkan visi dan misi diatas, kemudian ditetapkan target output dan outcome MAN Insan Cendekia Serpong Tangerang sebagai berikut :
1.
Diterimanya
lulusan MAN Insan Cendekia di perguruan tinggi yang berkualitas baik di dalam
maupun di luar negeri lebih dari 90% per tahun.
2.
Diperolehnya
prestasi akademik yang baik bagi alumni MAN Insan Cendekia selama menempuh
pendidikan di perguruan tinggi.
3.
Terciptanya
kehidupan religius di lingkungan madrasah yang diperlihatkan dengan perilaku
ikhlas, mandiri, sederhana, ukhuwah, dan bebas berkreasi.
Guna
memenuhi target output dan outcome, MAN Insan Cendekia Serpong menggunakan
kurikulum Diknas (SMA) dan kurikulum Depag (MA) yang diperkaya sesuai dengan
visi dan misi madrasah. Artinya, struktur program kurikulum diperkaya dengan
penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (program pemantapan IPTEK) dan
peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan (IMTAK). Untuk itu dilakukan
penambahan jam tatap muka untuk bidang matematika, fisika, kimia, biologi, PAI,
dan bahasa Arab.
Kurikulum merupakan bagian yang sangat penting dalam
lembaga pendidikan. Proses pencapaian tujuan lembaga pendidikan bergantung pada
kurikulum yang digunakan. Kurikulum MAN Insan Cendekia berbasis pada Standar Isi dengan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan 2008 (KTSP 2008), dan memiliki nilai tambah yang diadopsi atau diadaptasi
dari keunggulan sistem pendidikan pesantren di Indonesia. Dengan demikian
kurikulum MAN Insan Cendekia Serpong adalah Standar Isi plus, yang bernuansa
pengembangan dan penyetaraan IPTEK dan IMTAQ.
1.
Struktur
Program Kurikulum
Sturktur kurikulum meliputi pembelajaran siang hari
yang meliputi seluruh mata pelajaran dan malam hari yang meliputi pembelajaran
agama bersifat aplikatif dan psikomotor.
Adapun rinciannya adalah sebagai berikut :
1.1 Semester
1
1.1.1 Program siang (07.00 –
15.05)
No
|
Mata Pelajaran
|
KELAS
|
||||
X
|
XI-IPA
|
XI-IPS
|
XII-IPA
|
XII-IPS
|
||
1
|
a. Al Qur'an dan Hadits
|
1
|
2
|
2
|
1
|
1
|
b. Fiqih
|
2
|
2
|
2
|
1
|
1
|
|
c. Aqidah dan Akhlak
|
-
|
-
|
-
|
1
|
1
|
|
d. SKI
|
2
|
2
|
||||
2
|
Pendidikan
Kewarganegaraan
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
3
|
Bahasa dan
Sastra Indonesia
|
4
|
4
|
4
|
4
|
4
|
4
|
Sejarah
|
1
|
1
|
3
|
1
|
3
|
5
|
Bahasa Arab
|
2
|
2
|
2
|
2
|
2
|
6
|
Bahasa Inggris
|
4
|
4
|
4
|
4
|
4
|
7
|
Pendidikan
Jasmani
|
2
|
2
|
2
|
2
|
2
|
8
|
Matematika
|
6
|
6
|
6
|
6
|
6
|
9
|
a. Fisika
|
3
|
5
|
-
|
5
|
-
|
b. Biologi
|
3
|
4
|
,-
|
5
|
-
|
|
c. Kimia
|
3
|
4
|
,-
|
5
|
,-
|
|
10
|
a. Ekonomi
|
2
|
-
|
6
|
-
|
6
|
b. Sosiologi
|
2
|
,-
|
5
|
-
|
5
|
|
c. Geografi
|
1
|
-
|
5
|
-
|
5
|
|
11
|
Kesenian
|
2
|
2
|
2
|
2
|
2
|
12
|
Tek. Informasi
dan Kom.
|
2
|
2
|
2
|
2
|
2
|
13
|
Muatan Lokal
|
2
|
2
|
2
|
2
|
2
|
14
|
BK
|
1
|
2
|
2
|
2
|
2
|
Jumlah
|
||||||
1.1.2 Program Malam (18.30 – 20.00)
No
|
Mata Pelajaran
|
KELAS
|
||||
X
|
XI-IPA
|
XI-IPS
|
XII-IPA
|
XII-IPS
|
||
1
|
a. Al Qur'an dan Hadits
|
1
|
2
|
2
|
1
|
1
|
b. Fiqih
|
2
|
1
|
1
|
1
|
1
|
|
c. Aqidah dan Akhlak
|
2
|
2
|
2
|
1
|
1
|
|
d. SKI
|
2
|
2
|
2
|
1
|
1
|
|
2.1 Semester 2
2.1.1 Program siang (07.00 – 15.05)
No
|
Mata Pelajaran
|
KELAS
|
||||
X
|
XI-IPA
|
XI-IPS
|
XII-IPA
|
XII-IPS
|
||
1
|
a. Al Qur'an dan Hadits
|
2
|
1
|
1
|
1
|
1
|
b. Fiqih
|
1
|
2
|
2
|
1
|
1
|
|
c. Aqidah dan Akhlak
|
1
|
1
|
1
|
-
|
1
|
|
d. SKI
|
-
|
-
|
1
|
2
|
2
|
|
2
|
Pendidikan
Kewarganegaraan
|
2
|
1
|
1
|
1
|
1
|
3
|
Bahasa dan
Sastra Indonesia
|
4
|
4
|
4
|
4
|
4
|
4
|
Sejarah
|
1
|
1
|
3
|
1
|
3
|
5
|
Bahasa Arab
|
3
|
3
|
3
|
3
|
3
|
6
|
Bahasa Inggris
|
4
|
4
|
4
|
4
|
4
|
7
|
Pendidikan
Jasmani
|
2
|
2
|
2
|
2
|
2
|
8
|
Matematika
|
4
|
6
|
6
|
6
|
6
|
9
|
a. Fisika
|
3
|
5
|
-
|
5
|
-
|
b. Biologi
|
3
|
5
|
-
|
5
|
-
|
|
c. Kimia
|
3
|
5
|
-
|
5
|
-
|
|
10
|
a. Ekonomi
|
2
|
-
|
6
|
-
|
6
|
b. Sosiologi
|
2
|
-
|
5
|
-
|
5
|
|
c. Geografi
|
1
|
-
|
5
|
-
|
5
|
|
11
|
Kesenian
|
2
|
2
|
2
|
2
|
2
|
12
|
Tek. Informasi
dan Kom.
|
2
|
2
|
2
|
2
|
2
|
13
|
Muatan Lokal
|
2
|
2
|
2
|
2
|
2
|
14
|
BK
|
-
|
1
|
1
|
1
|
1
|
Jumlah
|
56
|
56
|
56
|
57
|
57
|
|
2.1.2 Program Malam (18.30 – 20.00)
No
|
Mata
Pelajaran
|
KELAS
|
||||
X
|
XI-IPA
|
XI-IPS
|
XII-IPA
|
XII-IPS
|
||
1
|
a. Al Qur'an dan Hadits
|
2
|
1
|
1
|
1
|
1
|
b. Fiqih
|
1
|
2
|
2
|
1
|
1
|
|
c. Aqidah dan Akhlak
|
2
|
2
|
2
|
1
|
1
|
|
d. SKI
|
2
|
1
|
1
|
1
|
1
|
|
2.
Sistem
Pembelajaran
Pembelajaran dilaksanakan menggunakan
sistem Student Active Learning, yaitu
pembelajaran yang menuntut siswa aktif menggali informasi, mengolah dan
merangkai pengetahuan (student center)
secara interaktif serta mandiri. Metode
Pembelajaran bervariasi sesuai dengan jenis mata pelajaran serta
karakteristik kompetensi dasar yang akan disampaikan oleh guru, dapat dilakukan
di dalam kelas, perpustakaan (resourches
center), lapangan, masjid, tempat-tempat yang tersedia di sekitar gedung
pendidikan, serta tempat atau sumber
belajar lain yang memungkinkan, seperti pasar, laboratorium riset, pusat
peragaan iptek, dan sebagainya.
3.
Subject Matter Based Classroom (SMBC)
SMBC merupakan pola pembelajaran dinamis
bertujuan untuk lebih membangun nuansa/ atmosfer akademik siswa sesuai dengan tuntutan materi dan kompetensi yang harus dimiliki
oleh siswa. Kelas-kelas dalam SMBC di desain sedemikian rupa sehingga
mencirikan masing-masing pelajaran itu. Siswa belajar dalam kelas-kelas
berbasis pelajaran tersebut sesuai jadwal kelasnya (moving class).
4.
Kelas
Bilingual dan Pra Bilingual
Kelas bilingual dan
kelas prabilingual direalisasikan di kelas X dan XI dengan ketentuan sebagai
berikut:
a.
Satu kelas bilingual
utama, pengantar pembelajaran menggunakan teks bahasa inggris dan
penjelasan materi pelajaran menggunakan
bahasa bilingual (Inggris-Indonesia), sedangkan mata pelajaran agama menggunakan
teks bahasa Inggris dan/atau Arab.
Pengelompokkan kelas ini berdasarkan kemampuan akademis Mafikibi (matematika, fisika, kimia, biologi)
dan bahasa Inggris yang tinggi.
b.
Kelas Pra Bilingual, pengantar pembelajaran
menggunakan teks bahasa Inggris sedangankan mata pelajaran agama menggunakan
teks bahasa inggris dan/atau Arab,
kecuali bahasa Indonesia. Serdangkan penjelasan materi pembelajaran menggunakan
bahasa Indonesia
c.
Perbedaan kelas bilingual utama dan prabilingual,
yaitu pada proses alat penilaian harian, tengah semester, dan akhir semester.
Teks alat penilaian mafikibi kelas bilingual
menggunakan bahasa Inggris,
sedangkan mata pelajaran lainnya menggunakan 25% bahasa Inggris dan/atau
bahasa Arab sesuai jenis mata pelajarannya.
Pada kelas Pra bilingual, teks alat penilaian menggunakan 25% bahasa Inggris dan/atau bahasa Arab.
5.
Buku Pegangan,
Modul dan Suplemen
a.
Pemilihan Buku Ajar
Buku ajar yang digunakan adalah modul yang disusun oleh
guru sendiri atau buku ajar umum yang diseleksi oleh guru-guru secara apik.
Untuk melengkapi buku ajar umum,
guru-guru memberi suplemen berupa hand
out pelajaran, ringkasan materi ajar, atau tambahan soal-soal latihan untuk
memperkuat penguasaan konsep siswa.
b.
Pengadaan Buku Ajar, Modul
dan Suplemen
Setiap siswa berhak memperoleh pinjaman buku ajar dan modul yang diadakan
perpustkaan, serta suplemen yang dikelola oleh guru mata pelajaran.
6.
Pembelajaran Team Teaching
Pembelajaran team teaching adalah pembelajaran kolaborasi antara dua guru atau
lebih dalam satu kelas, setiap guru memiliki peran dan tanggung jawab yang
sama, saling mendukung dalam rencana pengelolaan kelas, pelaksanaan
pembelajaran di kelas dan penilaian.
Pengelolaan kolaborasi ditekankan
pada persiapan dan pemilihan strategi pembelajaran
menarik pada setiap topik dan memotivasi pembelajaran aktif siswa dalam
mengeksplorasi potensi dirinya secara mandiri, yang didampingi lebih dari satu
orang guru.
7.
Sistem
Penilaian
Penilaian atau assesment adalah istilah
umum yang mencakup semua metode yang biasa digunakan untuk menilai unjuk kerja
individu siswa atau kelompok. Proses penilaian mencakup pengumpulan bukti untuk
menunjukkan pencapaian belajar siswa.
Penerapan sistem penilaian di MAN Insan Cendekia, memperhatikan prinsip-prinsip penilaian
sebagai berikut:
a.
Penilaian untuk semua Kompetensi Dasar.
b.
Penilaian dapat dilakukan pada satu atau lebih Kompetensi Dasar.
c.
Hasil Penilaian dianalisis dan ditindaklanjuti
melalui program remedial atau program pengayaan.
d.
Penilaian meliputi seluruh kompetensi dasar dalam ranah kognitif, psikomotor, dan
afektif. Aspek afektif diukur melalui pengamatan dan kuesioner.
Untuk setiap mata pelajaran, aspek-aspek penilaian yang diukur adalah
sebagai berikut:
No
|
Mata Pelajaran
|
Aspel yang Dinilai
|
||
Kognitif
|
Psikomotor
|
Afektif
|
||
1
|
Aqidah-Akhlak
|
√
|
√
|
√
|
2
|
Ilmu Fiqh
|
√
|
√
|
√
|
3
|
Qur’an-Hadits
|
√
|
√
|
√
|
4
|
Sejarah Kebudayaan Islam
|
√
|
-
|
√
|
5
|
Bahasa Arab
|
√
|
√
|
√
|
6
|
Bahasa Inggris
|
√
|
√
|
√
|
7
|
Bahasa Indonesia
|
√
|
√
|
√
|
8
|
Pendidikan Kewarganegaraan
|
√
|
-
|
√
|
9
|
Sejarah
|
√
|
-
|
√
|
10
|
Ekonomi
|
√
|
√
|
√
|
11
|
Geografi
|
√
|
√
|
√
|
12
|
Sosiologi
|
√
|
-
|
√
|
13
|
Matematika
|
√
|
-
|
√
|
14
|
Fisika
|
√
|
√
|
√
|
15
|
Kimia
|
√
|
√
|
√
|
16
|
Biologi
|
√
|
√
|
√
|
17
|
Seni Budaya
|
-
|
√
|
√
|
18
|
Pendidikan Jasmani
|
-
|
√
|
√
|
19
|
Teknologi Informasi & Komunikasi
|
-
|
√
|
√
|
8.
Jenis Tagihan, Pengolahan Nilai dan Pelaporan
Sistem
penilaian yang diterapkan mencakup 3 (tiga) hal, yaitu; 1) jenis ujian, 2) pengolahan, dan 3)
pelaporan hasil ujian.
a.
Jenis ujian
Jenis ujian terdiri dari berbagai tagihan, seperti ulangan atau
tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh siswa.
Yang dimaksud dengan tagihan
adalah, tingkat kemampuan yang dituntut dari siswa setelah ia mempelajari
kompetensi dasar tertentu yang ditunjukkan dengan berbagai perilaku hasil
belajar.
Adapun jenis-jenis tagihan adalah sebagai berikut :
1.
Kuis,
isian atau jawaban singkat yang menanyakan hal-hal prinsip.
2.
Ulangan
harian dilakukan secara periodik pada akhir pembelajaran kompetensi dasar
tertentu.
3.
Tugas
individu, diberikan dalam waktu-waktu dan kebutuhan tertentu dalam berbagai
bentuk (klipping, paper, dsb.)
4.
Tugas
kelompok, digunakan untuk menilai kompetensi kerja kelompok.
5.
Laporan
kerja praktik, dilakukan pada mata pelajaran yang membutuhkan praktikum dengan
mengamati suatu gejala dan dilaporkan.
6.
Portofolio,
merupakan folder atau dokumen yang berisi contoh hasil karya siswa, yang
menurut siswa sangat berarti, merupakan karya terbaik atau karya favorit,
sangat sulit dikerjakan tetapi berhasil, dan memiliki nilai kenangan. Penilaian dengan metode pengumpulan informasi atau data secara sistematik, atas
hasil pekerjaan seseorang.
7.
Ulangan
tengah semester
8.
Ulangan
akhir semester, dilakukan dengan menggabungkan beberapa kompetensi dasar dalam
satu waktu
9.
Siswa
yang tidak tuntas pada UAS ganjil harus dituntaskan pada semester ganjil
tersebut.
10.
Ulangan
kenaikan kelas di gemester genap mencakup materi semester genap.
b.
Pengolahan Hasil Belajar
Rumusan
atau format pengolahan hasil belajar siswa disesuaikan dengan jenis tagihan yang
telah berhasil dilaksanakan oleh siswa.
Format yang digunakan merupakan format untuk menentukan nilai akhir (NA)
sebagai nilai kumulatif yang melibatkan nilai tes semester/ (US) dan nilai rata
ulangan harian(UH).
Format
Pengolahan Hasil Belajar Nilai Pengetahuan Siswa:
|
Keterangan :
NA = Nilai Akhir
NH = Rata-rata proporsional nilai kelas (merupakan rata-rata nilai dari semua jenis
tagIhan diperoleh siswa selama proses pembelajaran)
NTS =
Nilai Ujian Tengah semester
NS = Nilai Tes semester
c.
Pelaporan Hasil Belajar Siswa
1.
Setiap
akhir semester, guru menelaah hasil pencapaian belajar setiap siswa
(tugas-tugas, ulangan harian, dsb.)
2.
Laporan
perkembangan belajar (profil belajar) siswa
dilaporkan secara periodik (tiap triwulan/mid semester, atau tiap
semester) profil hasil belajar siswa disampaikan kepada siswa dan orangtua
siswa. Materi Mid tes sama dengan Ulangan Harian 2
3.
Nilai
rapor pada prinsipnya merupakan rangkuman nilai hasil tagihan (tugas-tugas,
ulangan harian, dan nilai-nilai harian lainnya) selama semester berlangsung.
4.
Untuk
mendorong motivasi siswa dalam meningkatkan hasil belajarnya pada setiap mata
pelajaran, maka pada setiap akhir semester diberikan penghargaan kepada setiap siswa yang memperoleh nilai tertinggi
pada setiap mata pelajaran dan penghargaan kepada siswa-siswa yang mencapai
prestasi akademik terbaik pada semua mata pelajaran (peringkat 1 – 3).
9.
Kriteria
Ketuntasan (belajar) Minimal (KKM)
Adalah persentase daya serap
siswa minimal dalam pembelajaran satu atau lebih kompetensi dasar, yang
tergambar dari nilai yang diraih siswa dalam setiap ulangan harian. Siswa yang
nilainya sama atau lebih dari KKM berhak mengikuti pembelajaran untuk
kompetensi dasar (KD) berikutnya. Sebaliknya, siswa yang nilainya masih di
bawah KKM harus mengikuti remedial (teaching
dan test) terlebih dulu sampai
tuntas. Adapun KKM untuk semua mata pelajaran di MAN Insan Cendekia adalah
sebagai berikut:
No
|
Mata Pelajaran
|
Kelas
X
|
Kelas XI
|
Kelas XII
|
||
IPA
|
IPS
|
IPA
|
IPS
|
|||
1
|
Al Qur'an dan Hadits
|
77
|
78
|
78
|
78
|
78
|
2
|
Aqidah dan Akhlaq
|
75
|
75
|
75
|
-
|
-
|
3
|
Fiqih
|
75
|
80
|
80
|
83
|
83
|
4
|
SKI
|
-
|
-
|
-
|
75
|
75
|
5
|
Pendidikan Kewarganegaraan
|
75
|
76
|
76
|
80
|
80
|
6
|
Bahasa dan Sastra Indonesia
|
78
|
79
|
79
|
80
|
80
|
7
|
Sejarah
|
73
|
74
|
75
|
75
|
75
|
8
|
Bahasa Arab
|
70
|
75
|
75
|
75
|
75
|
9
|
Bahasa Inggris
|
75
|
76
|
76
|
78
|
78
|
10
|
Pendidikan Jasmani
|
75
|
75
|
75
|
75
|
75
|
11
|
Matematika
|
70
|
75
|
75
|
77
|
77
|
12
|
Fisika
|
70
|
75
|
-
|
75
|
-
|
13
|
Biologi
|
75
|
76
|
-
|
78
|
-
|
14
|
Kimia
|
75
|
75
|
-
|
80
|
-
|
15
|
Ekonomi
|
75
|
-
|
75
|
-
|
77
|
16
|
Sosiologi
|
75
|
-
|
76
|
-
|
77
|
17
|
Geografi
|
75
|
-
|
76
|
-
|
77
|
18
|
Kesenian
|
75
|
75
|
75
|
75
|
75
|
19
|
TIK
|
70
|
75
|
75
|
75
|
75
|
20
|
Muatan Lokal
|
75
|
75
|
75
|
80
|
80
|
10.
Pembinaan dan
Pengembangan Khusus Mata Pelajaran
Pembinaan
khsusus mata pelajaran dan pengembangannya meliputi aktifitas terhadap
pengembangan siswa, yaitu kegiatan responsi, tutorial, dan klinik pembelajaran
bagi siswa yang membutuhkan jam tambahan, serta siswa yang memiliki kebutuhan
talenta untuk belajar lebih mendalam,
sedangkan pengembangan bagi guru meliputi pengembangan bahan ajar
(modul, soal-soal dan media ajar) yang berkaitan dengan kegiatan responsi,
tutorial dan klinik siswa, serta pengayaan siswa dalam materi khusus yang
keseluruhannya dilaksanakan di luar jam kerja sekolah.
11.
Tutorial
Program tutorial di MAN Insan Cendekia Serpong adalah rancangan pengajaran
tambahan oleh guru kepada seseorang atau sejumlah kecil siswa di asrama (baik
asrama siswa atau asrama guru atau rumah dinas guru). Bentuk kegiatan
pengajaran tambahan tersebut:
a.
Diskusi
antara siswa/siswa dengan guru/tutor tentang Materi pokok yang belum dikuasai;
b.
Latihan
soal yang berkaitan dengan Materi pokok yang belum dikuasai (soal yang dibahas di kelas, siswa/siswa
membawa soal sendiri);
c.
Dilaksanakan dalam situasi informal;
d.
Dilaksanakan : setelah jam sekolah usai (15.30 – 17.30),
pada jam belajar mandiri (20.00 – 22.00);
e.
Guru/tutor
menjemput bola, artinya datang ke asrama siswa baik putra maupun putrid untuk
mengetahui apakah ada di antara siswa/siswa yang belum menguasai materi pokok
pada pelajaran tertentu.
12.
Program Bimbingan Belajar Siap UN dan Masuk PTN (dalam
dan luar Negeri)
Program Intensif merupakan program Penunjang Kurikulum di MAN Insan
Cendekia yang diberikan kepada siswa kelas XII. MAN Insan Cendekia sebagai
madrasah umum (bukan kejuruan) tentunya harus mempersiapkan para siswanya untuk dapat melanjutkan pendidikannya
ke perguruan tinggi yang berkualitas baik di dalam maupun di luar negeri.
Program ini dapat diartikan : Program
persiapan ujian akhir sekolah dan masuk perguruan tinggi yang berkualitas yang
dilaksanakan secara rutin dan sungguh-sungguh, sehingga mendapatkan hasil yang
optimal.
Program intensif disusun sesuai dengan kebutuhan, agar mendapatkan hasil
yang maksimal. Program Intensif dibagi dalam 3 tahap, yaitu :
a.
tahap I
dimulai pada bulan September sampai bulan Desember, untuk persiapan masuk ke PTN
melalui jalur-jalur mandiri maupun seleksi masuk perguruan tinggi di luar
negeri yang dilaksanakan sekitar bulan Januari atau Februari.
b.
tahap
II dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Maret, untuk persiapan Ujian
Nasional maupun seleksi masuk beberapa PTN melalui ujian mandiri seperti UGM,
UI, ITB, Unpad.
c.
Tahap
III dilaksanakan bulan April sampai Juni untuk mempersiapkan siswa mengikuti seleksi masuk PTN melalui SNMPTN.
13.
Muatan Lokal
Muatan lokal yang dikembangkan mencakup lifeskill, dan menunjang visi
dan misi lembaga serta mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah yang
menyenangkan bagi siswa yang menjalaninya. Adapun Muatan Lokal yang dapat
dikembangkan di MAN Insan Cendekia Serpong adalah:
No
|
Kelas (Grade)
|
Jenis Mulok
|
Jenis Muatan Lokal
|
1
|
X
|
PKLH –
Madrasah Hijau
(Go Green School)
|
· menumbuhan kepedulian terhadap lingkungan
dengan membuat slogan “back to nature”.
· memiliki keterampilan memilah sampah sesuai
kategori bahan dasarnya.
· mengolah limbah organik menjadi kompos.
· mengelola taman dan apotik hidup.
· mengaktifkan bank sampah .
· menyusun dan mengkomunikasikan
permasalahan-permasalahan lingkungan dalam bentuk artikel atau karya tulis.
|
2
|
XI IPA/IPS
|
Karya Tulis Ilmiah
|
· menyusun
proposal ilmiah yang berkaitan dengan masalah-masalah lingkungan sekitar.
· melakukan
observasi – hipotesis – eksperimen – menyusun dan mengolah data penelitian.
· menyusun
karya tulis ilmiah.
|
3
|
XII IPA/IPS
|
PKLH –
Recycle
Product
|
· memiliki keterampilan memilah sampah
anorganik.
· mengolah sampah anorganik menjadi produk baru.
· menyusun dan mengkomunikasikan
permasalahan-permasalahan sampah anorganik.
|
14.
Kenaikan Kelas
Konsekuensi
dari proses pembelajaran tuntas adalah, hanya siswa yang sudah kompeten yang
berhak untuk naik ke kelas yang lebih tinggi.
Adapun kriteria kenaikan kelas dan penentuan program studi yang
ditetapkan di MAN Insan Cendekia Serpong
adalah sebagai berikut:
A.
Kriteria dan
persyaratan kenaikan kelas dan penjurusan
a.
Kriteria Kenaikan (Kelas
X ke Kelas XI)
Siswa
dinyatakan naik kelas, bila;
1) Maksimal memiliki 3 (tiga) nilai rata-rata mata pelajaran
yang belum kompeten akumulatif dalam 1 tahun.
2) Nilai Agama, PKn, Penjaskes dan Pendidikan seni minimal
KKM.
3) Tidak ada nilai 40 atau kurang untuk seluruh mata
pelajaran.
b.
Kriteria Penentuan
Program Studi
1)
Penentuan
program studi dimulai di kelas XI semester ganjil.
2)
Penentuan
program studi dilakukan berdasarkan atas kemampuan akademik, pilihan siswa
(minat), dan potensi siswa.
3)
Untuk
Program Studi IPA
Tidak
terdapat mata pelajaran yang tidak kompeten dari 4 (empat) mata pelajaran ciri
khas program IPA (matematika, fisika, kimia, biologi) di semester 1 (satu).
4)
Nilai
mata pelajaran ciri khas program studi (MIPA) di atas (lebih dari) standar
kompetensi minimal mata pelajaran pada program tersebut pada semester 2 (dua).
5)
Untuk
Program Studi IPS.
Tidak
terdapat mata pelajaran yang tidak kompeten dari 3 (tiga) mata pelajaran ciri
utama IPS (ekonomi, geografi, sosiologi) di semester 1 (satu) dan semester 2
(dua).
c.
Kriteria Kenaikan (Kelas
XI ke Kelas XII)
Siswa
dinyatakan naik kelas, bila;
1) Maksimal memiliki 3 (tiga) mata pelajaran yang belum
kompeten, akumulasi 1 tahun.
2) Tidak ada mata pelajaran ciri khas program studi yang
tidak kompeten.
3) Nilai Agama, PKn, Penjaskes dan Pendidikan seni minimal
KKM.
4) Rata-rata nilai seluruh mata pelajaran > nilai
ketuntasan kompetensi minimum terendah ( yaitu dari nilai ketuntasan minimum
mata pelajaran yang ditetapkan).
5) Tidak ada nilai di bawah 60.
Catatan:
1.
Dalam penentuan kenaikan kelas, perlu diperhatikan
nilai-nilai hasil belajar siswa yang diperoleh, apakah ia memperolehnya tanpa
remedial atau tidak.
2.
Siswa yang tidak
naik kelas, tidak bisa ”mengulang” dan dikembalikan kepada
orang tua siswa.
3.
Kriteria penentuan program studi mempersyaratkan
tidak terdapat nilai kurang (tidak kompeten) pada seluruh mata pelajaran ciri
khas program, termasuk kenaikan kelas untuk program studi. Konsekuensinya akan
ada kemungkinan seorang siswa memenuhi kreteria kenaikan kelas (maksimal tiga
mata pelajaran tidak kompeten) namun tidak memenuhi syarat masuk program
tertentu.
4.
Penilaian
akhlak akan lebih signifikan apabila dimasukkan menjadi salah satu komponen
penilaian menuju nilai akhir. Penilaian akhlak bisa dimasukkan ke mata
pelajaran keagamaan: Quran Hadits, Akidah Akhlak, Fiqih, dan Sejarah Kebudayaan
Islam. Data lapangan dapat diperoleh dari berbagai pihak yang terkait.
B.
Penentuan
kenaikan kelas
Penentuan kenaikan siswa seperti
diuraikan pada bagian 15.a dilakukan dalam rapat pleno guru di akhir semester 1
dan akhir tahun pembelajaran. Adapun
agenda pleno yang dilaksanakan meliputi:
a.
Pemaparan
semua hasil penilaian kognitif,
afektif, dan maupun psikomotor siswa.
b.
Pertimbangan siswa yang naik kelas dan tidak naik
kelas bagi siswa kelas X dan XI.
c.
Pertimbangan siswa yang masuk jurusan IPA atua IPS
di kelas XI bagi siswa kelas X.
Seluruh pertimbangan ditinjau dari
berbagai aspek, antara lain kerja keras, usaha, dan sikap siswa yang dinilai
oleh guru asuh, guru asrama, wali kelas, dan guru bidang studi terkait. Jika
dalam pertimbangan ada siswa yang tidak naik kelas, maka prosedur pengembalian
siswa kepada orang tua dilaksanakan oleh kepala madrasah didampingi oleh wakil
bidang kurikulum.
15.
Matrikulasi
Siswa Baru
a.
Latar belakang program
Program matrikulasi bertujuan untuk
menyetarakan kemampuan dasar siswa sebelum dimulai proses pembelajaran sesuai
kurikulum di MAN Insan Cendekia. Hal ini perlu mengingat asal siswa yang
diterima di MAN Insan Cendekia dari
latar belakang madrasah/sekolah dengan kondisi yang berbeda-beda.
b.
Waktu Kegiatan
Kegiatan matrikulasi dilaksanakan
seminggu atau dua minggu di awal tahun
pelajaran baru. Waktu belajar mulai
pukul 07.00 s.d. 15.35 di kelas khusus.
c.
Materi kegiatan
Materi kegiatan ditentukan oleh
pimpinan madrasah bersama panitia kegiatan berdasarkan hasil nilai seleksi
masuk dan tes diagnostik akademik. Perolehan nilai-nilai tersebut dianalisis
dan disimpulkan untuk menetapkan mata pelajaran yang akan diberikan pada
kegiatan matrikulasi.
Materi dasar yang wajib menjadi
penguatan kesetaraan adalah:
a)
Matematika,
sebagai dasar melatih logika dan berpikir sistematis.
b)
Sains (fisikia, kimia, biologi) diberikan untuk
penguatan ilmu dasar sains dan nalar.
c)
Bahasa
Inggris dan Arab diberikan untuk penguatan pemahaman bahasa internasional.
Pengelompokan siswa berdasarkan nilai akademis siswa dari tes penerimaan
siswa baru dan tes diagnostic akademik. Pada umumnya, siswa dari SMP umum (bukan SMP Islam atau
MTs) lebih membutuhkan matrikulasi bidang bahasa Arab dibandingkan matematika
atau sains. Sebaliknya, siswa dari MTs
atau pesantren umumnya, lebih banyak memerlukan pelajaran matematika, ilmu
dasar sains dan bahasa Inggris.
16.
Kalender
Pendidikan
Kalender Pendidikan
adalah rencana kegiatan proses
pendidikan yang disusun untuk kurun waktu satu tahun pelajaran. Di dalamnya
memuat seluruh proses pendidikan dan
disusun sebagai pedoman dalam pelaksanaan program pendidikan di
lingkungan MAN Insan Cendekia pada tahun pelajaran tertentu. Kalender pendidikan meliputi
kegiatan awal tahun, proses pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan ujian
tengah semester, ujian akhir semester, ujian nasional serta hari-hari libur
sepanjang tahun pelajaran.
Penyusunan kalender
pendidikan ini didasarkan pada surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No.
125/U/2002 tanggal 31 Juli 2002 tentang Kalender Pendidikan dan Jumlah Jam belajar Efektif di
Sekolah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang
Standar Isi untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
17.
Budaya Sekolah
(School Culture)
Budaya sekolah yang dikembangkan mengkaitkan
nilai-nilai dominan yang didukung dan dituntun oleh madrasah, dan stakeholders pendidikan, antara Forum
Komunikasi Orang tua Siwa. Budaya sekolah ini dilaksanakan melalui sistem
nilai, kepercayaan dan norma-norma yang diterima secara bersama, serta
dilaksanakan dengan penuh kesadaran,
dibentuk oleh lingkungan untuk menciptakan pemahaman seragam di antara seluruh sivitas MAN insan Cendekia
Serpong, yang mampu membentuk opini di masyarakat.
Budaya sekolah yang dikembangkan di
MAN Insan Cendekia Serpong adalah:
a.
Aqidah kuat dan
taat beribadah dengan sholat berjamaah di masjid lima waktu sholat, serta
mengamalkan amalan-amalan sunnah.
b.
Santun, hormat pada
yang lebih tua dan sayang pada yang muda dan membiasakan menebar senyum,
serta Afsyus salam (menebar salam) kepada siapa saja,
c.
Mencintai lingkungan dengan menjunjung etika
lingkungan, memupuk rasa cinta lingkungan dan turut menjaga lingkungan hijau.
d.
Menjaga adab pergaulan putra-putri (tidak berjabat dan
bersentuhan putra-putri yang bukan mahram, tidak berduaan apalagi ber-kholwat).
e.
Kejujuran dalam semua aspek dilatihkan dan dibiasakan
dengan tidak pernah menyontek dan berbuat curang dalam semua kegiatan.
f.
Disiplin, mandiri, bertanggung jawab, kreatif,
kritis dan inovatif tercermin dari
ucapan dan perilaku.
g.
Berprestasi dengan membiasakan semangat kompetisi
secara sehat baik di internal madrasah maupun eksternal, seperti lomba-lomba ke luar madrasah.
h.
Ukhuwah
Islamiyah
(baik ketika masih aktif di MBI maupun
sudah menjadi alumni).
i.
Mencintai belajar dan pekerjaan.
j.
Menghargai dan apresiasi terhadap nilai-nilai seni.
18.
Pemenuhan
Dimensi Ke-internasional-an di MAN Insan Cendekia Serpong
a.
SKL dan standar isi
Dalam Pemenuhan Taraf internasional
di MAN Insan Cendekia Serpong, maka standar isi (SI) dan standar kompetensi
lulusan (SKL) memiliki target penguasaan dan kelulusan 100 persen. Disamping itu MAN Insan Cendekia mengadopsi
dan mengadaptasi kurikulum sekolah yang dirujuk oleh Kementerian Agama RI. Mengadaptasi yaitu penyesuaian unsur-unsur
tertentu dalam KTSP, dengan mengadopsi pengayaan material informasi kekinian
yang berkembang di dunia.
b.
Proses Pembelajaran di MAN Insan Cendekia Serpong
1)
Pembelajaran menyertakan bahasa asing, yaitu bahasa
yang digunakan oleh negara yang dirujuk oleh Kementerian Agama (Inggris atau Arab).
2)
Pembelajaran berbasis TIK melalui teknologi informasi
memudahkan akses sumber-sumber belajar dari negara lain.
3)
Merancang, melaksanakan, dan mengembangkan pendekatan
pembelajaran yang mampu menggugah kreativitas dan inovasi siswa menuju era
global.
4)
Menyelenggarakan pembelajaran yang memperhatikan
keselarasan dan keseimbangan antara: (a) kreativitas dan disiplin, (b)
persaingan dan kerjasama, (c) berpikir holistik dan atomistik, (d) berpikir
induktif dan deduktif, (e) tuntutan dan prakarsa.
c.
Penilaian
1)
Penilaian dilakukan untuk mengendalikan mutu
pendidikan sebagai bentuk akuntabilitas kinerja pendidikan kepada pihak
pemangku kepentingan. Penilaian terhadap siswa dilakukan oleh guru untuk
memantau proses, kemajuan dan perbaikan hasil belajar siswa secara
berkesinambungan. Keberhasilan tersebut ditandai dengan pencapaian indicator
kinerja kunci minimal, yaitu memenuhi Standar Penilaian.
2)
Selain itu, keberhasilan tersebut juga ditandai dengan
pencapaian indikator kinerja kunci tambahan, yaitu memperkaya penilaian kinerja
pendidikan dengan model penilaian sekolah unggul dari negara-negara yang
dirujuk Kementerian Agama yang mempunyai keunggulan tertentu dalam bidang
pendidikan.
d.
Prestasi-prestasi internasional
Dimensi yang sangat penting bagi MAN
Insan Cendekia adalah prestasi-prestasi siswa dan juga gurunya di tingkat
internasional, baik lomba-lomba akademis maupun non-akademis ditandai dengan
piagam atau medali (piala) yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga pendidikan
dengan lingkup lomba internasional (minimal regional).
e.
Membina hubungan baik dengan berbagai Instansi di luar
negeri
MAN Insan Cendekia membangun
komunikasi dan membangun jaringan dengan sekolah menengah dan perguruan tinggi
di luar negeri, melalui aktifitas sosialisasi informasi perguruan tinggi di luar negeri yang
direkomendasi dan dilaksanakan setiap tahun, antara lain Nanyang of
Technological University (NTU) Singapura, Asia Pasific University (APU) Jepang.
C.
Manajemen Tenaga Kependidikan
Pendidik di MAN Insan Cendekia Serpong adalah guru yang:
1.
Profesional dalam kompetensi, latar belakang
pendidikan dan bidang studi yang diampu sesuai, minimal sarjana, dengan target
75% magister.
2.
Memiliki kompetensi profesional dalam perencanaan,
proses pembelajaran, penilaian dan tindak lanjutnya.
3.
Untuk (sebagian) guru-guru sains dan inti mampu
mengajar dalam bahasa Inggris atau Arab.
4.
Mampu memfasilitasi pembelajaran berbasis TIK.
Tenaga kependidikan di MAN Insan Cendekia Serpong Tangerang
terdiri dari :
1.
Jumlah Guru
Jumlah guru di MAN Insan Cendekia serpong Tangerang berjumlah
50 orang, terdiri dari Strata 1
sebanyak 28 orang, Strata 2 sebanyak 21
orang dan Strata 3 ada 1 orang. Adapun rincianya adalah sebagai
berikut :
a.
Rumpun
Agama Islam
1.
Abdul
Jalil, M.A.; Mashuri, M.Th.I. (Alqur’an Hadits)
2.
Away
Baidhowy, Lc., M.A. (Aqidah Akhlaq)
3.
Dra.
Yelnita Nova (Fiqh)
4.
M.
Ihsanuddin Hasbie, S.Ag., M.Hum. (Sejarah Kebudayaan Islam)
b.
Pendidikan
Kewarganegaraan
1.
Yus
Kusnandar, S.Pd.
c.
Rumpun
Bahasa
1.
Kusen,
S.Pd.; Rapiq, S.S.; Eka Retnosari, S.Pd. (Bahasa Indonesia)
2.
Muhammad
Bahrul Ulum, Lc.; Muhammad Zaenuri, Lc. (Bahasa Arab)
3.
Dra.
Gustinefa, M.Pd.; Ahmad Imam Satriya, M.Hum.; Yuna Puteri K., S.S.; Eneng
Uswatun Hasanah, M.Pd. (Bahasa Inggris)
d.
Rumpun
Matematika dan Sains
1.
Ir.
Zulhiswan; Rita Suzana, S.Si.; Darno Raharjo, S.Pd.; Siti Sofiyatun, S.Si.;
Diah Ayuningtyas, S.Si; Arthi Riyani Kurniawati, S.Si (Matematika)
2.
Drs.
Nuryanto; Ir. Elly Haswani, M.Pd.; Hilman Setiawan, S.Si.; Fiestyo Agung
Prabowo, S.Si., M.P.Fis. (Fisika)
3.
Drs.
Japar, M.P.Kim.; Dra. Sartini Subaryatun; Susi Pawartiningtyas, S.Pd.; Deni
Samsudin Permana, S.Pd. (Kimia)
4.
Dra.
Persahini Sidik, M.Si.; Dra. Renelita Artati, M.Si.; Etty Pudjiastuti, S.Si.;
Tina Yulistania, S.Pd.; Metig Dwi Wahyuni, S.Si. (Biologi)
e.
Rumpun
Sosial dan Humaniora
1.
Dra. Fatri
Amida; Dra. Sri Hartini (Ekonomi)
2.
Atmira
Satya Mardhika, S.Pd (Sosiologi)
3.
Dra.
Nurhayati; Tri Haryanto, S.Pd. (Geografi)
4.
Ipik
Ernaka, S.Ag., M.Hum.; Erwin Supriatna, S.Pd. (Sejarah)
f.
Kesenian
1.
Dr.
Suwardi, M.Pd.
g.
Teknologi Informasi dan Komunikasi
1.
Tubagus
Sedyayunta, S.TP., M.M.S.I.
h.
Pendidikan
Jasmani dan Kesehatan
1.
Drs. Kris
Djuli Wahono
i.
Bimbingan
Konseling
1.
Dra. Rini Kristiani
2.
Staf administrasi dan
penjaga / keamanan
Jumlah staf administrasi dan
tenaga keamanan di Man Insan Cendekia serpong berjumlah 58 orang. Adapun rinciannya adalah
sebagai berikut :
NO
|
Tenaga
|
2012/2013
|
1.
|
Tata Usaha
|
16 orang
|
2.
|
Dokter (Umun & Gigi )
|
3 orang
|
3.
|
Perawat dan Ahli Gizi
|
4 orang
|
4.
|
Teknisi
|
4 orang
|
5.
|
Pembina Asrama
|
6 orang
|
6.
|
Laboran
|
4 orang
|
7.
|
Pustakawan
|
4 orang
|
8.
|
Satpam
|
9 orang
|
9.
|
Pramubakti
|
8 orang
|
Jumlah
|
58 orang
|
Sedangkan untuk
penjelasan sumber daya manusia (SDM) staf administrasi dan penjaga / keamanan adalah sebagai berikut
:
a.
Guru
Bina Asrama
1.
Chaerul
Huda, S.Ag.; Chairul Ihwan, S.Psi.; Pahrurroji M. Bukhori, S.HI., S.S., M.A.;
Mashuri, M.Th.I.
2.
Evi Siti
Fauziah, S.Ag; Kusdiniyah, S.Ag.; Eva Novita, S.S., M.A.
b.
Divisi ICT
1.
Muhammad
Syahril, S.T.
c.
Laboran
1.
Nastiti
Nurhartini, S.T.; Imron, S.Kom.
d.
Pustakawan
1.
M.
Ihsanudin Hasbie, S.Ag., M.Hum. (Kepala);
2.
Nurfitriyani,
A.Md.; Arieni Delia Sari, A.Md.
e.
Administrasi
/ Tata Usaha
1.
Suyitno;
Setia Basuki; Urip Mulyono; Mubin Saragih; Pujiman; Jamingan; Hartamto; TB.
Mahmudin; Weka Aditya Bakti; Yayat; Yopi; Soleh; Suhali; Khusnul Rina Listanti; Amine; Iwanto;
Mahmur; Sopian; Didin; Mila Karmila; Muhajas; Ayu Maharani.
f.
Poliklinik
1.
Dokter : dr.
Fuaddimal; dr. Rita Inastuti;
2.
Dokter
gigi : drg. Esti Puspita Sari; drg. Futiha Sari Hayuni;
3.
Perawat : Saripuspa;
Muzdalifah; Puji Lestari; Bayu Agung
g.
Satuan
Pengamanan
1.
Mulyadi;
Herman; Nedih; Dody; Juadi; Saipul; Robby; Nursolihin
3.
Mekanisme, strategi
rekruitmen dan kualifikasi guru, staf administrasi dan penjaga / keamanan
a.
Guru
Dalam merekrut tenaga
pendidik di MAN
Insan Cendekia Serpong yaitu dengan mengutamakan bagi mereka tenaga pendidik yang memenuhi 4 standar
kompetensi guru
(kompetensi pedagogik, kepribadian, professional dan
kompetensi sosial). Dalam hal
perekrutan melalui seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang mana pihak
Kementerian Agama turut serta andil dalam kegiatan seleksi tersebut. Adapun
mekanismenya adalah sebagai berikut :
1.
Memenuhi syarat-syarat, yaitu: guru Negeri IPK min
2,50 dan guru swasta IPK min 3,0.
2.
Mengikuti tes kemampuan (tertulis).
3.
Mengikuti tes Micro Teaching.
4.
Tes Psikotes
Dan hal terakhir yang dilakukan yaitu mengkonsultasikan dengan kepala sekolah yang
nantinya akan memberikan keputusan.
b.
Staf Administrasi
Adapun dalam merekrut staf di bidang
tenaga administrasi juga mengutamakan bagi mereka yang memiliki ijazah yang
sesuai dengan bidangnya dan sesuai yang dibutuhkan
sekolah.
c.
Penjaga (SATPAM)
Sedangkan untuk merekrut tenaga keamanan/penjaga tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dan
mereka yang amanah disamping ijazah dan akhlak yang baik serta menggunakan sistem kontrak dan pendidikan minimal SLTP/SMP.
4.
Strategi
pengembangan profesi guru, staf administrasi dan penjaga keamanan
Di MAN Insan Cendekia diharapkan bagi
pengelola SDM untuk mempunyai Sertifikasi Internasional, mengikuti pelatihan
dan diklat, mengikuti seminar, melakukan senam kebugaran untuk Satpam yang
bertujuan untuk pembinaan, adanya kontrak kinerja, pemetaan kompetensi guru,
guru diberi kebebasan berinovasi agar anak tidak merasa bosan, dan guru
mendampingi siswa dalam belajar dengan sepenuh hati (totalitas), baik belajar di dalam (indoor) kelas maupun di luar kelas (outdoor).
D.
Manajemen Kesiswaan
MAN
Insan Cendekia Serpong Tangerang menerima siswa-siswa baru sekitar 120 anak pertahunnya, dan
terdiri dari :
Kelas
|
Laki - Laki
|
Perempuan
|
Jumlah
|
X
|
57
|
63
|
120
|
XI
|
56
|
62
|
118
|
XII
|
55
|
60
|
117
|
Jumlah
|
168
|
185
|
355
|
Dengan
rentang kelas : Kelas X = 5 Kelas.
Kelas XI IPA = 5 Kelas.
Kelas XI IPS = 1 Kelas.
Kelas XII IPA = 5 Kelas.
Kelas XII IP = 1 Kelas.
1.
Mekanisme
dan Strategi Rekrutmen siswa.
Pendaftaran tahun ajaran 2013 -2014
hanya melalui online tidak bisa diposkan. Caranya Dengan
membuka web di penerimaan.insancendekia.sch.id atau
langsung ke web MAN Insan Cendekia
Serpong Tangerang(ic.sch.id). Penerimaan
Peserta Didik Baru dilakukan secara transparan, terukur, dan dapat
dipertanggung jawabkan. Syarat mengikuti pendaftaran peserta didik baru sebagai
berikut :
a.
Pendaftar
adalah peserta didik aktif di kelas IX MTs/SMP pada TP
2012/2013;
b.
Usia
pendaftar maksimal 17 tahun per 1 Juli 2013;
c.
Pada kelas
IX semester 1 tahun pelajaran 2012/2013 merupakan peserta didik terbaik pada
madrasah/sekolah berdasarkan pertimbangan dan rekomendasi kepala
madrasah/sekolah asal (surat rekomendasi dibuat secara kolektif oleh kepala
madrasah/sekolah asal peserta didik) dengan ketentuan: Madrasah/sekolah yang
mempunyai rombongan belajar kelas IX sebanyak:
1.
1-3 kelas, berhak mengirim maksimal 3 orang peserta;
2.
4-5 kelas,
berhak mengirim maksimal 5 orang peserta;
3.
> 5
kelas, berhak mengirim maksimal 7 orang peserta
Khusus pendaftar yg memiliki prestasi di bidang sains pada
kompetisi tingkat nasional dan
internasional, seperti ikut serta OSN, LKIR, penelitian yang diselenggarakan
Kemenag, Kemendikbud, LIPI, BPPT, Kemenristek, dapat diberikan rekomendasi dari Kepala Madrasah/Sekolah asal
peserta didik secara individu di luar batasan poin 3 di atas.
2.
Strategi
Pengembangan Kemampuan Akademik dan Non Akademik Siswa.
Dengan melihat kemampuan siswa yang beragam maka MAN Insan Cendekia
menerapkan sistem
pengelolaan kelas antara lain :
a.
Team
Teaching.
b.
Penempatan
siswa dalam kelas berdasarkan kecepatan belajarnya.
c.
Menggunakan
modul pembelajaran.
d.
Moving
class.
Pembinaan
akademik guna untuk membantu siswa dalam pembelajaran dalam sehari – harinya
dengan:
a. Pemetakan kompetensi.
b. Matrikulasi.
c. Pembinaan khusus maple.
d. Bimbingan intensif UN /SNMPTN.
e. Pendampingan belajar malam hari di asrama.
f. Pembinaan KIR.
Selain itu, MAN Insan Cendekia Serpong Tangerang
mengadakan Persiapan
UN / SNMPTN
dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Bimbingan dimulai pada bulan juli / ajaran baru.
b. Pelaksanaan pada sore hari.
c. 2 jam pertemuan .
d. Pengajar system silang guru.
e. TO min 3 X.
f. Analisis hasil TO dan tindak lanjut ( undangan
orang tua).
g. Ada penangganan
khusus untuk siswa level atas dan bawah.
h. Setelah UN siswa bimbingan super intensif SNMPTN
selama 1 bulan.
3.
Non
Akademik
/ Ektrakurikuler.
Kegiatan
ekstrakurikuler di MAN Insan Cendekia Serpong
dibagi menjadi beberapa rumpun yaitu rumpun iptek, bahasa, seni budaya,
PPBN, musik, dan olahraga. Kegiatan ekskul dijadwalkan pada hari Sabtu. Namun
demkian tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan di luar jadwal tersebut.
Siswa
diperbolehkan mengikuti lebih dari satu jenis ekskul, tergantung dari minat dan
keinginan siswa. Diharapkan dengan adanya ekskul ini siswa dapat menyalurkan
bakat dan kreativitas mereka baik di bidang iptek, bahasa, seni budaya, PPBN,
musik, dan olahraga.
4.
Language Development Programme
Language
Development Programme (LDP) adalah sebuah program pengembangan bahasa yang
dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berbahasa asing. Kegiatan
ini di selenggarakan setiap hari Jumat sejak pukul 13.30 hingga selesai. Pada
saat pertama LDP dibentuk tiga tahun yang lalu, kegiatan utamanya adalah
mewadahi kebutuhan siswa akan kursus bahasa asing.
Untuk
memenuhinya maka sekolah menjalin kerjasama dengan beberapa lembaga bahasa
untuk mengadakan kursus bahasa asing. Kursus-kursus yang diadakan diantaranya
adalah Kelas Persiapan TOEFL,Kursus General English, Kursus Bahasa Jerman,
Kursus Bahasa Jepang, Kursus Bahasa Korea.
Pada
perkembangannya, ada cukup banyak siswa yang memilih untuk tidak mengikuti
kursus apapun. Untuk mereka, sekolah lalu mengadakan kelas khusus untuk
mengakomodasi kebutuhan mereka akan pengembangan bahasa asing, seperti :
a.
Listening for Test Classes
b.
Movie Classes
c.
Performance Class
d.
Wall Magazine Class
e.
Comic Class
f.
Games Class
g.
Debate Class
h.
Reading Class
i.
Arabic Games Class
j.
Scrabble Class
k.
Conversation Class
l.
Origami Class
Selain
mengadakan kursus dan kelas-kelas khusus, dalam tiap semester panitia juga
menjadwalkan seminar singkat dengan mengundang pembicara-pembicara dari luar.
Adapun jadwal kegiatan siswa secara rinci adalah sebagai berikut :
Ø 04.00 - 05.30 Bangun pagi, sholat subuh, Tadarus.
Ø 05.30 – 06.30 Bersih diri, persiapan , makan pagi.
Ø 06.30 - 07.00 Apel pagi
dan ke gedung pendidikan.
Ø 07.00 – 12.00 KBM.
Ø 12.00 – 13.00 Isoma.
Ø 13.00 – 15.15 KBM.
Ø 15.15 – 16.00 Sholat ashar.
Ø 16.00 – 17.45 Bimbel UN/PTN,klinik maple, remedial.
Ø 17.45 – 18.30 Isoma.
Ø 18.30 – 19.30 Tadarus AL – QUR’AN , pembelajaran keagamaan.
Ø 19.30 – 20.00 Sholat Isya.
Ø 20.00 – 22.00 Belajar mandiri diasrama dengan bimbingan guru.
Ø 22.00 – 04.00 Istirahat malam.
5.
Kesehatan, Keuangan, dan
Kenyamanan.
Kegiatan
belajar dengan sistem asrama tentunya membutuhkan penangganan dalam bidang
kesehatan karena semua aktivitas di lakukan di sekolahan. Untuk itu MAN Insan Cendekia Serpong Tangerang memberikan
pelayanan Poliklinik madrasah merupakan fasilitas madrasah di bidang kesehatan
yang dilengkapi dengan ruang klinik umum, ruang inap, dan poli gigi. Poliklinik
melayani siswa 24 jam setiap harinya.
Pelayanan
poliklinik yang dilakukan untuk siswa adalah cek medis, pengobatan dan terapi,
rujukan ke lab/rumah sakit, perawatan gigi (misal skeling dan ortodonti), serta
penyuluhan di bidang kesehatan. Tenaga poliklinik terdiri atas 3 dokter ( umum
dan gigi ), dan 3 perawat serta ahli
gizi.
Keamanan di MAN Insan Cendekia yang
terjalin sangat diprioritaskan dengan pengawasan dan pembinaan 24 jam karena membuat suasana belajar dengan nyaman
dan tenang maka MAN Insan Cendekia menugaskan 9 (sembilan) satpam guna menjaga
keamanan yang kondusif. Dan juga untuk kenyamanan sangatlah terjaga sangat baik
dengan di lengkapi berbagai fasilitas
yang ada para siswa merasa nyaman belajar dengan kegiatan yang sangat
banyak guna membantu proses belajar
mengajar menjadi menyenangkan.
E.
Manajemen Keuangan dan Pembiayaan
Keuangan dan pembiayaan merupakan salah satu sumber daya
yang secara langsung menunjang efektivitas dan efisiensi pengelolaan
pendidikan. Hal tersebut lebih terasa lagi dalam implementasi Manajemen
Berbasis Sekolah (MBS) yang menuntut kemampuan sekolah untuk merencanakan (financial planning), melaksanakan (implementation), dan mengevaluasi (evaluation), serta
mempertanggungjawabkan pengelolaan dana secara transparan kepada masyarakat dan
pemerintah. Keuangan dan pembiayaan sangat menentukan tercapainya tujuan
pendidikan di sekolah, yang memerlukan sejumlah investasi dari anggaran pemerintah
dan dana masyarakat.
Bagi calon peserta didik baru yang telah
dinyatakan lulus akan mendapatkan subsidi pemenuhan kebutuhan pendidikan
selama belajar di MAN Insan Cendekia dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Namun ada
kegiatan-kegiatan yang tidak lagi dicover olah DIPA (Daftar Isian Penggunaan
Anggaran) Kementerian Agama yang harus dilaksanakan
akan dibebankan ke orang tua dan besarnya akan ditetapkan oleh komite madrasah; seperti biaya studi banding ke sekolah lain dan
karya wisata.
F.
Manajemen Sarana dan Prasarana
Manajemen sarana dan prasarana bertujuan membantu menciptakan
lingkungan yang bersih, indah, nyaman, aman, ramah dan Islami serta
meningkatkan program pemeliharaan dan pembangunan terhadap fasilitas yang
diperlukan guna mendukung proses belajar mengajar dan proses pembentukan
karakter seluruh civitas MAN Insan Cendekia Serpong yang selaras dengan visi
dan misi MAN Insan Cendekia Serpong. Fasilitas madrasah terdiri atas fasilitas
ibadah, pendidikan, administrasi, kesehatan, olahraga, dan juga asrama. Peningkatan
fasilitas madrasah diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas sistem dan output pendidikan di madrasah.
Adapun sarana
dan prasarana di
MAN Insan Cendekia Serpong Tangerang terdiri dari :
a.
Asrama Guru
Asrama guru madrasah
terdiri atas rumah dinas pimpinan madrasah, rumah dinas guru, dan flat/asrama
guru. Di rumah dinas inilah (disamping asrama siswa), pada malam hari
siswa-siswi aktif melakukan diskusi dengan para guru bidang studi dan guru bina
asrama. Kedekatan personal dan emosional siswa dan guru berperan penting dalam
kegiatan pembelajaran siswa di asrama.
b.
Asrama Siswa
Asrama siswa putra
terdir atas 2 gedung dan untuk putri terdiri atas 3 gedung. Masing-masing kamar
asrama terdiri atas fasilitas tempat tidur, meja kursi belajar, dan kamar mandi
dalam. Di setiap gedung asrama juga dilengkapi ruang lobi sebagai tempat
belajar bersama. Asrama tertutup bagi siswa pada jam sekolah (pukul 07.00 –
16.00 WIB) dan dibuka kembali setelah jadwal tersebut.
c.
Gedung Administrasi
Gedung administrasi
terdiri atas 2 lantai yang mencakup ruang tamu, ruang audio-visual, ruang
kepala madrasah beserta wakil, dan ruang tata usaha.
d.
Gedung Pelatihan
Gedung pelatihan MAN
Insan Cendekia Serpong digunakan sebagai tempat pelatihan civitas akademika madrasah maupun tamu
madrasah. Gedung terdiri atas 2 lantai, dengan total 16 kamar, 2 ruang seminar,
ruang lobi, dan pantri.
e.
Gedung Pendidikan
Madrasah terdiri atas dua lantai yang
mencakup 16 ruang kelas, 1 ruang multimedia, 5 laboratorium, ruang guru, ruang
bimbingan konseling, bank mini, dan ruang OSIS. Di tengah-tengah gedung
terdapat sebuah kolam air lengkap dengan taman hijau-nya yang memungkinkan
sebagai fasilitas penyegaran bagi aktivitas akademik.
f.
Gedung Serba Guna
Gedung serba guna
MAN Insan Cendekia Serpong merupakan sebuah gedung yang dapat dimanfaatkan
untuk berbagai tujuan, misal sebagai tempat seminar, wisuda siswa, pameran
pendidikan dan career day, LDP, acara-acara OSIS, dan aktivitas akademik
lainnya. Gedung berkapasitas sekitar 600 tempat duduk dan dilengkapi dengan
fasilitas audio-visual yang cukup memadai.
g.
Hotspot
Kampus MAN Insan
Cendekia Serpong dilengkapi dengan fasilitas hotspot yang dapat diakses disemua
area kampus. Dengan adanya hotspot ini diharapkan akses informasi akan berbagai
sumber disiplin ilmu, baik kajian keislaman, sains, teknologi, ilmu
sosial-humaniora, dan juga ilmu-ilmu kesehatan dapat optimal.
h.
Kantin
Kantin madrasah
merupakan tempat makan bagi siswa dan pegawai madrasah. Kantin dibuka saat
sarapan pagi, makan siang, dan makan malam. Variasi menu harian dikonsultasikan
dengan ahli gizi dengan kontrol yang optimal.
i.
Masjid
Masjid Cendekia
terdiri atas 2 lantai, lantai 1 digunakan sebagai tempat jamaah putra dan
lantai 2 untuk jamaah putri. Daya tampung masjid sekitar 700 jamaah. Tempat wudhu bagi pria terpisah di luar
masjid sedang tempat wudhu
putri menempel masjid dengan ditutup hijab. Perpustakaan masjid (lebih dikenal
sebagai Permadani) menyimpan banyak koleksi buku-buku tentang keislaman dan
ruang ini dapat digunakan sebagai tempat diskusi bagi rohis masjid. Dewan
Kemakmuran masjid bekerjasama dengan divisi imtaq OSIS memegang peranan dalam
kemakmuran masjid.
j.
Fasilitas Olahraga
Fasilitas olahraga
madrasah terdiri atas fasilitas untuk sepak bola, bola basket, bola voli,
badminton, tenis meja, dan fitness center.
k.
Politeknik
Poliklinik madrasah
merupakan fasilitas madrasah di bidang kesehatan yang dilengkapi dengan ruang
klinik umum, ruang inap, dan poli gigi. Poliklinik melayani siswa 24 jam setiap
harinya. Pelayanan pliklinik
yang dilakukan untuk siswa adalah cek medis, pengobatan dan terapi, rujukan ke
lab/rumah sakit, perawatan gigi (misalnya skeling dan ortodonti), serta
penyuluhan di bidang kesehatan.
l.
Saung Iman
Saung Iman adalah istilah yang cukup popular
bagi siswa untuk duduk waktu istirahat. Saung biasa digunakan untuk diskusi,
makan, dan minum pada saat istirahat sekolah. Saung iman terdir atas 6 buah
yaitu 3 untuk siswa dan 3 untuk siswi.
m.
Perpustakaan
Perpustakaan adalah salah satu sarana
dan prasarana yang dimiliki sekolah dalam membantu meningkatkan proses belajar
mengajar yang diselenggarakan di sekolah tersebut. Perpustakaan memiliki
koleksi lengkap serta memiliki dan memberikan layanan digital library, yang berakses luas
ke pusat-pusat sumber belajar di dalam dan luar negeri.
n.
Plaza
Salah satu tempat favorit siswa di area kampus
MAN Insan Cendekia Serpong adalah “tha plaza”. Tempat ini dijadikan sebagai
lokasi outdoor studying, kegiatan leadership, pentas music dan teater,
serta kegiatan seni budaya lainnya. Banyak juga siswa yang sengaja
duduk-duduk di plaza untuk belajar, istirahat melepas lelah, dan tempat mencari
ide.
o.
Laboratorium
Laboratorium merupakan tempat berbagai kegiatan
akademik bagi siswa, diantaranya kagiatan belajar, eksperimen, karya ilmiyah
remaja, dan klup bidang studi. Laboratorium dilengkapi dengan alat-alat dan
bahan yang senantiasa diperbaharui. Ruangan lab. juga disediakan media
audio-visual guna memperlancar dan mempermudah kegiataan belajar siswa. Laboratorium
di MAN Insan Cendekia Serpong terdiri atas laboratorium fisika, kimia, biologi
(beserta green house), komputer, dan bahasa.
G.
Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
a.
Kerja sama dengan lembaga pendidikan yang lain.
Bentuk kerja sama yang dilakukan MAN
Insan Cendekia
Serpong dengan lembaga pendidikan lain yakni dengan sesama madrasah dan sekolah lain seperti
mengikuti berbagai olimpiade baik yang diadakan antar sekolah, provinsi, nasional bahkan internasional. Bentuk
kerja sama lain yang dilakukan MAN Insan Cendikia Serpong yaitu dengan
perguruan tinggi negeri maupun swasta baik itu di Indonesia maupun di luar
negeri. Semua itu terbukti banyaknya alumni yang meneruskan pendidikannya di
luar negeri dan perguruan tinggi negeri
di Indonesia
yang sudah terkenal.
b.
Strategi membangun kerja sama dengan lembaga non
pendidikan.
Strategi yang dilakukan MAN Insan
Cendikia dalam hal membangun kerja sama dengan lembaga non pendidikan itu
seperti kerja sama yang dilakukan MAN Insan Cendikia dengan pemerintah lebih
khusus dengan Kementerian Agama tentang pendanaan MAN Insan Cendikia yang semuanya berasal dari APBN. Bentuk kerja sama yang lain yaitu kerja
sama MAN Insan Cendikia dengan media massa guna memberikan informasi kepada khalayak umum
tentang profil MAN Insan Cendekia.
MAN Insan Cendekia juga melakukan hubungan kerja sama dengan para alumninya, para
alumni ini sering memberikan kritik, saran dan masukan terhadap MAN Insan Cendekia agar lebih maju dan
lebih baik dari sekarang.
c.
Strategi kerja sama dengan tokoh masyarakat.
Dalam hal koordinasi dengan tokoh
masyarakat, Komite MAN Insan Cendekia terdiri dari unsur
masyarakat dengan persentase 60 %, sehingga masyarakat juga ikut berperan dalam membantu kemajuan
MAN Insan Cendekia Serpong. Oleh karena itu MAN Insan Cendikia melakukan kerja sama
dengan masyarakat, yaitu dengan mengundang para anak-anak di lingkungan sekitar untuk belajar bersama
di MAN Insan Cendekia.
Para siswa MAN Insan Cendikia juga
bergiliran untuk memberikan ceramah di sekitar lingkungan MAN Insan Cendekia, mengikuti
bakti sosial dengan msyarakat. Selain
itu dalam memberikan pengetahuan , ilmu dan teknologi,
anak-anak MAN Insan Cendekia ini menganggap anak-anak di lingkungan seperti keluarga MAN Insan Cendekia. Apa saja
ilmu-ilmu yang didapatkan di MAN Insan
Cendekia, anak-anak ini memberikan pembelajaran yang
sangat bermanfaat dan memecahkan masalah- masalah pembelajaran di lingkungan
masyarakat itu sendiri. Dan juga pada saat bulan Ramadhan siswa atau guru di MAN Insan Cendekia menyebar de beberapa masjid untuk
menjadi imam pada saat sholat tarawih.
BAB
IV
HARAPAN
DAN MIMPI MAHASISWA PESERTA KKL SEBAGAI CALON GURU
DAN MANAJER
SEKOLAH YANG PROFESIONAL DAN UNGGUL
DI MASA
YANG AKAN DATANG
Kami selaku mahasiswa Prodi PAI Jurusan Tarbiyah STAIN Pekalongan sebagai calon pendidik masa depan
selain dibekali teori-teori pendidikan dan pengajaran melalui perkuliahan juga dikenalkan
secara langsung gambaran nyata sebuah proses pendidikan melalui kegiatan KKL ke
salah satu sekolah
unggulan di Indonesia yaitu MAN Insan Cendikia Serpong Tangerang. Kami sangat beruntung
bisa mengikuti kegiatan KKL tersebut sehingga kami bisa memperoleh
pengetahuan tentang manajemen
pendidikan yang baik dan profesional.
Sebagai mahasiswa, kami menempuh pendidikan
di bidang kependidikan sebagai calon pendidik masa depan, mengelola,
mengenal, memahami dan mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan proses
pendidikan. Dengan demikian adanya kegiatan KKL ini dapat mendukung cita-cita kami sebagai pendidik masa depan
dan mengenal lebih jauh kekuatan dan kelemahan kami sehingga kami dapat
menerapkan pendidikan yang lebih baik pada sekolah yang akan kami kelola kelak.
MAN Insan Cendekia Serpong Tangerang
sangat inspiratif bagi kami. Madrasah Aliyah tersebut bertekad hadir
sebagai bagian dari solusi bangsa yang menyiapkan kader dengan pemimpin bangsa
di masa depan yang sarat dengan keunggulan IPTEK dan IMTAK. Dengan demikian MAN
Insan Cendekia Serpong dapat memasok kader bangsa yang siap membangkitkan
kejayaan Indonesia masa depan dengan keunggulan kehidupan di berbagai bidang.
Lebih dari itu MAN Insan Cendekia Serpong juga akan memberikan sumbangsih
kebangkitan bangsa dengan tetap terjaganya konservasi nilai kebangsaan dan
keagamaan.
Kami juga ingin mewarisi semangat
dan cara guru MAN
Insan Cendekia dalam mengajar karena mereka sangat inovatif. Jadi guru tidak
hanya mengajar di dalam kelas tetapi dapat mengunakan taman sebagai tempat
pembelajaran. Guru juga tidak diperkenankan mengajar di sekolah lain agar
konsentrasi mereka tidak terpecah dan all
out dalam membagikan ilmunya kepada para siswa. Satu hal lagi, kami juga
ingin meneruskan tradisi pembuatan Kontrak Kinerja Guru MAN Insan Cendekia yang
dibuat atas kesadaran pribadi guru guna menetapkan kinerja yang akan dicapai.
BAB
V
PENUTUP
Jurusan Tarbiyah STAIN Pekalongan memilih Madrasah
Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong Tangerang sebagai tempat KKL tentang
ketarbiyahan bagi mahasiswa Prodi PAI Jurusan Tarbiyah pada semester genap
tahun akademik 2012/2013 karena sekolah tersebut termasuk lembaga pendidikan di
Indonesia yang unggul dan berprestasi.
Standar kompetensi kegiatan KKL tentang ketarbiyahan
adalah mahasiswa mampu menelaah secara komprehensif tentang Pengelolaan Pendidikan di MAN Insan Cendekia Serpong
Tangerang. Keterpurukan rasa berbangsa membutuhkan kader bangsa yang mampu
menegakkan jiwa patriotik dengan bermodalkan pada pewarisan nilai budaya bangsa
atau nilai-nilai kearifan Indonesia. Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia
Serpong bertekad hadir sebagai bagian dari solusi bangsa yang menyiapkan kader
dengan pemimpin bangsa di masa depan yang sarat dengan keunggulan IPTEK dan
IMTAK.
MAN Insan Cendekia Serpong Tangerang
sangat inspiratif bagi kami. Lebih dari itu MAN Insan
Cendekia Serpong juga akan memberikan sumbangsih kebangkitan bangsa dengan
tetap terjaganya konservasi nilai kebangsaan dan keagamaan. Kami juga
ingin mewarisi semangat dan cara guru MAN Insan Cendekia dalam mengajar karena
mereka sangat inovatif. Jadi guru tidak hanya mengajar di dalam kelas tetapi
dapat mengunakan taman sebagai tempat pembelajaran. Guru juga tidak
diperkenankan mengajar di sekolah lain agar konsentrasi mereka tidak terpecah
dan all out dalam membagikan ilmunya
kepada para siswa.
Demikian laporan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di MAN Insan Cendekia Serpong Tangerang yang kami laksanakan pada tanggal 25 s/d 28 April
2013. Adapun laporan ini kami susun guna memenuhi tugas kegiatan KKL Program Studi Pendidikan Agama Islam Jurusan Tarbiyah STAIN Pekalongan semester genap tahun akademik 2012/2013. Semoga bermanfaat bagi yang membacanya. Amiin.
LAMPIRAN - LAMPIRAN
Lampiran
I
KALENDER
AKADEMIK
MAN INSAN
CENDEKIA SERPONG TANGERANG
TAHUN AJARAN 2012/2013
Kalender akademik
kegiatan – kegiatan siswa MAN Insan Cendekia Serpong Tangerang pada tahun
ajaran 2012 -2013, antara lain:
Semester I
9 Juli 2012
Awal Masuk Tahun Ajaran Semester 1
9 Juli 2012
Awal Masuk Tahun Ajaran Semester 1
9 – 10 Juli 2012
Tes Diagnostik Akademik Kelas X
Tes Diagnostik Akademik Kelas X
9 – 14 Juli 2012
Pekan Taaruf Siswa
Pekan Taaruf Siswa
16 – 21 Juli 2012
Matrikulasi kelas X
Matrikulasi kelas X
11 Agustus 2012
Open House & Buka Puasa Bersama
Open House & Buka Puasa Bersama
12 – 28 Agustus
2012
Libur Ramadhan & Iedul Fitri
Libur Ramadhan & Iedul Fitri
29 Agustus 2012
Awal Masuk setelah libur Ramadhan
Silaturahmi & Halal Bihalal warga IC
Awal Masuk setelah libur Ramadhan
Silaturahmi & Halal Bihalal warga IC
1 September 2012
Tes Minat dan Bakat Siswa Kelas XII
Tes Minat dan Bakat Siswa Kelas XII
3 – 4 September
2012
Pelantikan Pengurus OSIS periode 2012-2013
Kegiatan LDK siswa Kelas XI
Pelantikan Pengurus OSIS periode 2012-2013
Kegiatan LDK siswa Kelas XI
21 – 22 September
2012
Peringatan Hari Jadi MAN Insan Cendekia
Career Day
Peresmian Science Center & Go Green School
Peringatan Hari Jadi MAN Insan Cendekia
Career Day
Peresmian Science Center & Go Green School
1 – 6 Oktober 2012
Ujian Tengah Semester 1
Ujian Tengah Semester 1
13 Oktober 2012
Pembagian Rapor Tengah Semester 1
Pembagian Rapor Tengah Semester 1
20 – 21 Oktober
2012
Kegiatan Outbound Siswa Kelas XI
Kegiatan Outbound Siswa Kelas XI
26 Oktober 2012
Hari Raya Idul Adha 1433 Hijriyah
Hari Raya Idul Adha 1433 Hijriyah
10 November 2012
Upacara Peringatan Hari Pahlawan
Upacara Peringatan Hari Pahlawan
15-16 November
2012
Tahun Baru Hijriyah & cuti bersama Nasional
Tahun Baru Hijriyah & cuti bersama Nasional
5 – 15 Desember 2012
Ujian Akhir semester 1
Ujian Akhir semester 1
17-18 Desember
2012
Ujian Siang Proposal KIR kelas XI
Ujian Siang Proposal KIR kelas XI
17-21 Desember
2012
Kegiatan Keasramaan dan Kesiswaan
Kegiatan Keasramaan dan Kesiswaan
22 Desember 2012
Pembagian Rapor Semester 1
Pembagian Rapor Semester 1
24-31 Desember
2012
Libur Semester 1
Libur Semester 1
Semester
II Tahun Pelajaran 2012/2013
2 Januari 2013
Lanjutan libur semester
Lanjutan libur semester
7 Januari 2013
Awal Masuk Pembelajaran semester 2
Awal Masuk Pembelajaran semester 2
24 Januari 2013
Libur umum nasional
Libur umum nasional
8 – 10 Februari
2013
Rapat Kerja Dewan Guru dan Karyawan
Rapat Kerja Dewan Guru dan Karyawan
4 – 16 Maret 2013
Prakiraan Ujian Praktek Kelas XII
Prakiraan Ujian Praktek Kelas XII
9 – 12 Maret 2013
Sonics, Linguistic, dan I Care (kesiswaan)
Sonics, Linguistic, dan I Care (kesiswaan)
18 – 23 Maret 2013
Prakiraan Ujian Sekolah
Prakiraan Ujian Sekolah
29 Maret 2013
Libur umum nasional
Libur umum nasional
1 – 6April 2013
Ujian Tengah Semester 2 dan Prakiraan UAMBN
Ujian Tengah Semester 2 dan Prakiraan UAMBN
13 April 2013
Pembagian rapor Tengah Semester 2
Pembagian rapor Tengah Semester 2
15 – 19 April 2013
Prakiraan Ujian Nasional
Prakiraan Ujian Nasional
23 – 25 April 2013
Studi Kolaborasi Siswa Kelas X, XI, dan XII
Studi Kolaborasi Siswa Kelas X, XI, dan XII
9 Mei 2013
Libur umum nasional
Libur umum nasional
25 Mei 2013
Libur umum nasional
Libur umum nasional
29 Mei 2013
Khataman Al Qur’an siswa kelas XII
Khataman Al Qur’an siswa kelas XII
1 Juni 2013
Pelepasan Resmi Siswa kelas XII
Pameran Hasil Karya Siswa
Pelepasan Resmi Siswa kelas XII
Pameran Hasil Karya Siswa
3 – 13 Juni 2013
Ujian Akhir Semester 2
Ujian Akhir Semester 2
14 – 15 Juni 2013
Ujian Sidang Karya Ilmiah Kelas XI
Ujian Sidang Karya Ilmiah Kelas XI
17 -19 Juni 2013
Tadabur Sosial Siswa kelas X dan XI
Tadabur Sosial Siswa kelas X dan XI
20 – 21 Juni 2013
Persiapan Pameran
Persiapan Pameran
22 Juni 2013
Pembagian Rapor Semester 2 & Pameran Karya Siswa
Pembagian Rapor Semester 2 & Pameran Karya Siswa
24 Juni – 5 Juli
2013
Libur Kemaikan Kelas
Libur Kemaikan Kelas
*) Jadwal sewaktu-waktu dapat berubah,
disesuaikan dengan keputusan pemerintah
yang berkaitan dengan instansi pendidikan
disesuaikan dengan keputusan pemerintah
yang berkaitan dengan instansi pendidikan
Lampiran
2
DOKUMENTASI
SARANA DAN PRASARANA
MAN
INSAN CENDEKIA SERPONG TANGERANG
ASRAMA GURU
PENGESAHAN LAPORAN
Laporan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Mahasiswa
Pendidikan Agama Islam Jurusan Tarbiyah STAIN Pekalongan Tahun Akademik
2012/2013 di MAN Insan Cendekia pada tanggal 25 s/d 28 April 2013 yang disusun
oleh Kelompok XI ini telah dikonsultasikan dan diketahui oleh Dosen Pembimbing
dan disahkan oleh Ketua Jurusan Tarbiyah STAIN Pekalongan pada :
Hari : Senin,
Tanggal :
06 Mei 2013
Pekalongan, 06 Mei 2013
Ketua
Jurusan Pembimbing
Moh. Muslih, M.Pd, Ph.D. H.. Agus Khumaedy, M.Ag

No comments:
Post a Comment