Saturday, 2 November 2013

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN (KKL) DI MAN INSAN CENDEKIA SERPONG TANGERANG


LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN (KKL)
 DI MAN INSAN CENDEKIA SERPONG TANGERANG

Laporan disusun guna memenuhi tugas kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL)
Program Studi Pendidikan Agama Islam Jurusan Tarbiyah STAIN Pekalongan
Semester Genap Tahun Akademik 2012/2013








Disusun oleh :
Kelompok XI

Ketua              :   Muhammad Anang Saefulloh         (NIM. 2021210110)
Anggota          :   1.    Dina Afiat Wijayanti               (NIM. 2021210033)
2.    Rika Ristiana                              (NIM. 2021210177)
3.    Dewi Afriyani                            (NIM. 2021210180)
4.    Naili Nafiqoh                             (NIM. 2021210221)
5.    Mu’sodah                                   (NIM. 2021210096)
6.    Dewi Ermaningsih                     (NIM. 2021210093)
7.    Nasurun                          (NIM. 2021210103)
8.    Evi Sulistiyani                            (NIM. 2021210114)
9.    Rizqi Muqoddimah                    (NIM. 2021210094)
10.      Muhammad Zulqornein          (NIM. 2021210091)
11.      Irmayanti                                 (NIM. 2021210113)
12.      Ristiowati                                (NIM. 2021210122)
13.      Khanifatul Maulida                 (NIM. 2021210044)
14.      Fidiyatul Aeni                         (NIM. 2021210102)                 

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM PEKALONGAN
TAHUN 2013
BAB I
PENDAHULUAN



A.           Eksistensi kegiatan KKL bagi Mahasiswa Jurusan Tarbiyah STAIN Pekalongan
Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) tentang ketarbiyahan (kependidikan) bagi mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) Jurusan Tarbiyah STAIN Pekalongan memiliki dasar pemikiran yang menjadi acuan eksistensi kegiatan tersebut. Adapun dasar pemikirannya adalah sebagai berikut :
1.      Dalam kurikulum jurusan Tarbiyah STAIN Pekalongan, bobot KKL adalah 0 SKS, namun demikian program ini bersifat wajib bagi seluruh mahasiswa. Dikatakan wajib karena kegiatan ini merupakan program intra-kurikuler mahasiswa Prodi PAI Jurusan Tarbiyah STAIN Pekalongan. Oleh karena itu, setiap mahasiswa yang belum melakukan kegiatan ini, dipastikan secara administrasi dan akademis belum diakui memenuhi kualifikasi sebagai output (keluaran) dan outcome (hasil) mahasiswa STAIN Pekalongan.
2.      Kompetensi utama lulusan mahasiswa Prodi PAI Jurusan Tarbiyah STAIN Pekalongan  yaitu menjadi guru agama Islam yang profesional. Untuk memiliki kompetensi tersebut, mahasiswa sebagai calon guru harus meningkatkan kualitas dirinya secara terus menerus melalui usaha pendidikan dan pelatihan serta menggali pengalaman yang diperoleh dari berbagai lembaga pendidikan yang telah menunjukkan keunggulan dalam mengembangkan profesi guru.
3.      Disamping kompetensi utama diatas, lulusan mahasiswa Prodi PAI Jurusan Tarbiyah diharapkan dapat menjadi pengelola lembaga pendidikan yang profesional dan unggul. Sebagai pengelola lembaga pendidikan yang profesional dan unggul, mereka dituntut untuk memiliki berbagai pengalaman tentang pengelolaan lembaga pendidikan. Mereka harus belajar secara langsung terhadap lembaga pendidikan yang telah mampu mengelola pendidikan secara unggul dan profesional.
Untuk itu, Jurusan Tarbiyah STAIN Pekalongan memilih Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong Tangerang sebagai tempat KKL tentang ketarbiyahan bagi mahasiswa Prodi PAI Jurusan Tarbiyah pada semester genap tahun akademik 2012/2013 karena sekolah tersebut termasuk lembaga pendidikan di Indonesia yang unggul dan berprestasi.

B.            Standar dan Kompetensi Dasar kegiatan KKL
Standar kompetensi kegiatan KKL tentang ketarbiyahan adalah mahasiswa mampu menelaah secara komprehensif tentang Pengelolaan  Pendidikan di MAN Insan Cendekia Serpong Tangerang. Adapun kompetensi dasar yang hendak dicapai oleh mahasiswa peserta KKL tentang ketarbiyahan adalah sebagai berikut :
1.      Mahasiswa dapat mengurai tentang manajemen pengelolaan kurikulum dan program pembelajaran.
2.      Mahasiswa dapat menemukan tentang manajemen tenaga kependidikan
3.      Mahasiswa dapat mengungkap manajemen kesiswaan.
4.      Mahasiswa dapat menelaah tentang manajemen keuangan dan pembiayaan.
5.      Mahasiswa dapat menggali tentang manajemen sarana dan prasarana.
6.      Mahasiswa dapat mengungkap tentang manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat.






















BAB II
POKOK-POKOK PEMIKIRAN MANAJEMEN PENDIDIKAN



A.           Pengertian Manajemen Sekolah
Istilah manajemen mengacu pada kata “to manage” yang berarti mengatur, mengurus atau mengelola. Seperti yang terjadi pada banyak bidang studi lainnya yang menyangkut human, maka manajemen tergolong yang sulit didefinisikan. Di bawah ini akan disampaikan beberapa pengertian umum tentang manajemen yang disampaikan oleh beberapa ahli.
Dari Kathryn M. Bartol dan David C. Martin yang dikutip oleh A.M. Kadarman SJ dan Jusuf Udaya (1995) memberikan rumusan manajemen adalah proses untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan melakukan kegiatan dari empat fungsi utama yaitu merencanakan (planning), mengorganisasi (organizing), memimpin (leading), dan mengendalikan (controlling). Dengan demikian, manajemen adalah sebuah kegiatan yang berkesinambungan.
Sedangkan dari Stoner sebagaimana dikutip oleh T. Hani Handoko (1995) mengemukakan bahwa Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Secara khusus dalam konteks pendidikan, Djam’an Satori (1980) memberikan pengertian manajemen pendidikan dengan menggunakan istilah administrasi pendidikan yang diartikan sebagai keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.

B.            Fungsi Manajemen
Dikemukakan di atas bahwa manajemen pendidikan merupakan suatu kegiatan. Kegiatan dimaksud tak lain adalah tindakan-tindakan yang mengacu kepada fungsi-fungsi manajamen. Berkenaan dengan fungsi-fungsi manajemen ini, H. Siagian (1977) mengungkapkan pandangan dari beberapa ahli sebagai berikut:
1.        Menurut G.R. Terry terdapat empat fungsi manajemen, yaitu :
a.          Planning (perencanaan);
b.         Organizing (pengorganisasian);
c.          Actuating (pelaksanaan); dan
d.         Controlling (pengawasan).
2.        Sedangkan menurut Henry Fayol terdapat lima fungsi manajemen yaitu :
a.          Planning (perencanaan);
b.         Organizing (pengorganisasian);
c.          Commanding (pengaturan);
d.         Coordinating (pengkoordinasian); dan
e.          Controlling (pengawasan).
Untuk memahami lebih jauh tentang fungsi-fungsi manajemen pendidikan, berikut akan dipaparkan tentang fungsi-fungsi manajemen pendidikan dalam perspektif persekolahan, dengan merujuk kepada pemikiran G.R. Terry, meliputi :
1.         Perencanaan (planning)
Perencanaan tidak lain merupakan kegiatan untuk menetapkan tujuan yang akan dicapai beserta cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut. Arti penting perencanaan terutama adalah memberikan kejelasan arah bagi setiap kegiatan, sehingga setiap kegiatan dapat diusahakan dan dilaksanakan seefisien dan seefektif mungkin.
Perencanaan strategik akhir-akhir ini menjadi sangat penting sejalan dengan perkembangan lingkungan yang sangat pesat dan sangat sulit diprediksikan, seperti perkembangan teknologi yang sangat pesat, pekerjaan manajerial yang semakin kompleks, dan percepatan perubahan lingkungan eksternal lainnya.
Pada bagian lain, T. Hani Handoko memaparkan secara ringkas tentang langkah-langkah dalam penyusunan perencanaan strategik, sebagai berikut :
a.         Penentuan misi dan tujuan, yang mencakup pernyataan umum tentang misi, falsafah dan tujuan. Perumusan misi dan tujuan ini merupakan tanggung jawab kunci manajer puncak.
b.        Pengembangan profil perusahaan, yang mencerminkan kondisi internal dan kemampuan perusahaan dan merupakan hasil analisis internal untuk mengidentifikasi tujuan dan strategi sekarang serta memerinci kuantitas dan kualitas sumber daya-sumber daya perusahaan yang tersedia.
c.         Analisa lingkungan eksternal, dengan maksud untuk mengidentifikasi cara-cara dan perubahan-perubahan lingkungan yang dapat mempengaruhi organisasi.
Meski pendapat di atas lebih menggambarkan perencanaan strategik dalam konteks bisnis, namun secara esensial konsep perencanaan strategik ini dapat diterapkan pula dalam konteks pendidikan, khususnya pada tingkat persekolahan, karena memang pendidikan di Indonesia dewasa ini sedang menghadapi berbagai tantangan internal maupun eksternal sehingga membutuhkan perencanaan yang benar-benar dapat menjamin stabilitas pendidikan itu sendiri.
2.        Pengorganisasian (organizing)
Fungsi manajemen berikutnya adalah pengorganisasian (organizing). G. R. Terry (1986) mengemukakan bahwa Pengorganisasian adalah tindakan mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif antara orang-orang, sehingga mereka dapat bekerja sama secara efisien, dan memperoleh kepuasan pribadi dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu, dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai tujuan atau sasaran tertentu.
3.        Pelaksanaan (actuating)
Dari seluruh rangkaian proses manajemen, pelaksanaan (actuating) merupakan fungsi manajemen yang paling utama. Dalam fungsi perencanaan dan pengorganisasian lebih banyak berhubungan dengan aspek-aspek abstrak proses manajemen, sedangkan fungsi actuating justru lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi
Dalam hal ini, G. R. Terry (1986) mengemukakan bahwa actuating merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut.
4.        Pengawasan (controlling)
Pengawasan (controlling) merupakan fungsi manajemen yang tidak kalah pentingnya dalam suatu organisasi. Semua fungsi terdahulu, tidak akan efektif tanpa disertai fungsi pengawasan. Dengan demikian, pengawasan merupakan suatu kegiatan yang berusaha untuk mengendalikan agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan memastikan apakah tujuan organisasi tercapai. Apabila terjadi penyimpangan di mana letak penyimpangan itu dan bagaimana pula tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya.
Fungsi-fungsi manajemen diatas berjalan saling berinteraksi dan saling kait mengkait antara satu dengan lainnya, sehingga menghasilkan apa yang disebut dengan proses manajemen. Dengan demikian, proses manajemen sebenarnya merupakan proses interaksi antara berbagai fungsi manajemen.
Dalam perspektif persekolahan, agar tujuan pendidikan di sekolah dapat tercapai secara efektif dan efisien, maka proses manajemen pendidikan memiliki peranan yang amat vital. Karena bagaimana pun sekolah merupakan suatu sistem yang di dalamnya melibatkan berbagai komponen dan sejumlah kegiatan yang perlu dikelola secara baik dan tertib.
Dengan demikian, setiap kegiatan pendidikan di sekolah harus memiliki perencanaan yang jelas dan realisitis, pengorganisasian yang efektif dan efisien, pengerahan dan pemotivasian seluruh personil sekolah untuk selalu dapat meningkatkan kualitas kinerjanya, dan pengawasan secara berkelanjutan.

C.           Macam-Macam Manajemen Pendidikan Sekolah
Merujuk kepada kebijakan Direktorat Pendidikan Menengah Umum Kementerian Pendidikan Nasional dalam buku Panduan Manajemen Sekolah, berikut ini akan diuraikan secara ringkas tentang bidang-bidang kegiatan pendidikan di sekolah, yang mencakup :
1.        Manajemen Kurikulum
Manajemen kurikulum merupakan subtansi manajemen yang utama di sekolah. Prinsip dasar manajemen kurikulum ini adalah berusaha agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, dengan tolok ukur pencapaian tujuan oleh siswa dan mendorong guru untuk menyusun dan terus menerus menyempurnakan strategi pembelajarannya.
Dalam konteks Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Tita Lestari (2006) mengemukakan tentang siklus manajemen kurikulum yang terdiri dari empat tahap :
a.         Tahap perencanaan; meliputi langkah-langkah sebagai : (1) analisis kebutuhan; (2) merumuskan dan menjawab pertanyaan filosofis; (3) menentukan disain kurikulum; dan (4) membuat rencana induk (master plan): pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian. Tahap pengembangan; meliputi langkah-langkah : (1) perumusan rasional atau dasar pemikiran; (2) perumusan visi, misi, dan tujuan; (3) penentuan struktur dan isi program; (4) pemilihan dan pengorganisasian materi; (5) pengorganisasian kegiatan pembelajaran; (6) pemilihan sumber, alat, dan sarana belajar; dan (7) penentuan cara mengukur hasil belajar.
b.        Tahap implementasi atau pelaksanaan; meliputi langkah-langkah :                         (1) penyusunan rencana dan program pembelajaran (Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran); (2) penjabaran materi (kedalaman dan keluasan); (3) penentuan strategi dan metode pembelajaran; (4) penyediaan sumber, alat, dan sarana pembelajaran; (5) penentuan cara dan alat penilaian proses dan hasil belajar; dan (6) setting lingkungan pembelajaran
c.         Tahap penilaian; terutama dilakukan untuk melihat sejauhmana kekuatan dan kelemahan dari kurikulum yang dikembangkan, baik bentuk penilaian formatif maupun sumatif. Penilailain kurikulum dapat mencakup konteks, input, proses, produk (CIPP).
2.        Manajemen Kesiswaan
Dalam manajemen kesiswaan terdapat empat prinsip dasar, yaitu :
a.          Siswa harus diperlakukan sebagai subyek dan bukan obyek, sehingga harus didorong untuk berperan serta dalam setiap perencanaan dan pengambilan keputusan yang terkait dengan kegiatan mereka;
b.        Kondisi siswa sangat beragam, ditinjau dari kondisi fisik, kemampuan intelektual, sosial ekonomi, minat dan seterusnya. Oleh karena itu diperlukan wahana kegiatan yang beragam, sehingga setiap siswa memiliki wahana untuk berkembang secara optimal;
c.         Siswa hanya termotivasi belajar, jika mereka menyenangi apa yang diajarkan;
d.        Pengembangan potensi siswa tidak hanya menyangkut ranah kognitif, tetapi juga ranah afektif, dan psikomotor.
3.        Manajemen Personalia
Terdapat empat prinsip dasar manajemen personalia yaitu :
a.         Dalam mengembangkan sekolah, sumber daya manusia adalah komponen paling berharga;
b.        Sumber daya manusia akan berperan secara optimal jika dikelola dengan baik, sehingga mendukung tujuan institusional;
c.         Kultur dan suasana organisasi di sekolah, serta perilaku manajerial sekolah sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pengembangan sekolah; dan
d.        Manajemen personalia di sekolah pada prinsipnya mengupayakan agar setiap warga dapat bekerja sama dan saling mendukung untuk mencapai tujuan sekolah.
4.        Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan di sekolah terutama berkenaan dengan kiat sekolah dalam menggali dana, kiat sekolah dalam mengelola dana, pengelolaan keuangan dikaitkan dengan program tahunan sekolah, cara mengadministrasikan dana sekolah, dan cara melakukan pengawasan, pengendalian serta pemeriksaan.
Inti dari manajemen keuangan adalah pencapaian efisiensi dan efektivitas. Oleh karena itu, disamping mengupayakan ketersediaan dana yang memadai untuk kebutuhan pembangunan maupun kegiatan rutin operasional di sekolah, juga perlu diperhatikan faktor akuntabilitas dan transparansi setiap penggunaan keuangan baik yang bersumber dari pemerintah, masyarakat dan sumber-sumber lainnya.


5.        Manajemen Perawatan Preventif Sarana dan Prasana Sekolah
Manajemen perawatan preventif sarana dan prasana sekolah merupakan tindakan yang dilakukan secara periodik dan terencana untuk merawat fasilitas fisik, seperti gedung, mebeler, dan peralatan sekolah lainnya, dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja, memperpanjang usia pakai, menurunkan biaya perbaikan dan menetapkan biaya efektif perawatan sarana dan prasarana sekolah.
Dalam manajemen ini perlu dibuat program perawatan preventif di sekolah dengan cara pembentukan tim pelaksana, membuat daftar sarana dan prasarana, menyiapkan jadwal kegiatan perawatan, menyiapkan lembar evaluasi untuk menilai hasil kerja perawatan pada masing-masing bagian dan memberikan penghargaan bagi mereka yang berhasil meningkatkan kinerja peralatan sekolah dalam rangka meningkatkan kesadaran merawat sarana dan prasarana sekolah.
6.        Manajemen Kinerja Guru
Dalam perspektif manajemen, agar kinerja guru dapat selalu ditingkatkan dan mencapai standar tertentu, maka dibutuhkan suatu manajemen kinerja (performance management). Manajemen kinerja guru terutama berkaitan erat dengan tugas kepala sekolah untuk selalu melakukan komunikasi yang berkesinambungan, melalui jalinan kemitraan dengan seluruh guru di sekolahnya.

















BAB III
POKOK-POKOK PEMIKIRAN MANAJEMEN PENDIDIKAN
DAN IMPLEMENTASINYA DI MAN INSAN CENDEKIA SERPONG TANGERANG



A.           Visi dan Misi MAN Insan Cendekia Serpong Tangerang
1.        Visi
Mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dalam keimanan dan ketakwaan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu mengaktualisasikannya dalam kehidupan bermasyarakat.
2.        Misi
a.         Menyiapkan calon pemimpin masa depan yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, mempunyai daya juang tinggi, kreatif, inovatif dan mempunyai landasan iman dan takwa yang kuat.
b.        Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan profesional tenaga pendidik dan kependidikan sesuai perkembangan dunia pendidikan.
c.         Menjadikan MAN Insan Cendekia sebagai sekolah/madrasah model dalam pengembangan pengajaran iptek dan imtak bagi lembaga pendidikan lainnya.

B.            Manajemen Pengelolaan Kurikulum dan Pembelajaran
Untuk mewujudkan visi dan misi diatas, kemudian ditetapkan target output dan outcome MAN Insan Cendekia Serpong Tangerang sebagai berikut :
1.        Diterimanya lulusan MAN Insan Cendekia di perguruan tinggi yang berkualitas baik di dalam maupun di luar negeri lebih dari 90% per tahun.
2.        Diperolehnya prestasi akademik yang baik bagi alumni MAN Insan Cendekia selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
3.        Terciptanya kehidupan religius di lingkungan madrasah yang diperlihatkan dengan perilaku ikhlas, mandiri, sederhana, ukhuwah, dan bebas berkreasi.
Guna memenuhi target output dan outcome, MAN Insan Cendekia Serpong menggunakan kurikulum Diknas (SMA) dan kurikulum Depag (MA) yang diperkaya sesuai dengan visi dan misi madrasah. Artinya, struktur program kurikulum diperkaya dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (program pemantapan IPTEK) dan peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan (IMTAK). Untuk itu dilakukan penambahan jam tatap muka untuk bidang matematika, fisika, kimia, biologi, PAI, dan bahasa Arab.
Kurikulum merupakan bagian yang sangat penting dalam lembaga pendidikan. Proses pencapaian tujuan lembaga pendidikan bergantung pada kurikulum yang digunakan. Kurikulum MAN Insan Cendekia berbasis pada  Standar Isi dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2008 (KTSP 2008), dan memiliki nilai tambah yang diadopsi atau diadaptasi dari keunggulan sistem pendidikan pesantren di Indonesia. Dengan demikian kurikulum MAN Insan Cendekia Serpong adalah Standar Isi plus, yang bernuansa pengembangan dan penyetaraan IPTEK dan IMTAQ.
1.        Struktur Program Kurikulum
Sturktur kurikulum meliputi pembelajaran siang hari yang meliputi seluruh mata pelajaran dan malam hari yang meliputi pembelajaran agama bersifat aplikatif dan psikomotor. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut :
1.1      Semester  1
1.1.1   Program siang (07.00 – 15.05)
No
Mata Pelajaran
KELAS
X
XI-IPA
XI-IPS
XII-IPA
XII-IPS
1
 a. Al Qur'an dan Hadits
1
2
2
1
1
 b. Fiqih
2
2
2
1
1
 c. Aqidah dan Akhlak
-
-
-
1
1
 d. SKI



2
2
2
Pendidikan Kewarganegaraan
1
1
1
1
1
3
Bahasa dan Sastra Indonesia
4
4
4
4
4
4
Sejarah
1
1
3
1
3
5
Bahasa Arab
2
2
2
2
2
6
Bahasa Inggris
4
4
4
4
4
7
Pendidikan Jasmani
2
2
2
2
2
8
Matematika
6
6
6
6
6
9
a. Fisika
3
5
-
5
-
b. Biologi
3
4
,-
5
-
c. Kimia
3
4
,-
5
,-
10
a. Ekonomi
2
-
6
-
6
b. Sosiologi
2
,-
5
-
5
c. Geografi
1
-
5
-
5
11
Kesenian
2
2
2
2
2
12
Tek. Informasi dan Kom.
2
2
2
2
2
13
Muatan Lokal
2
2
2
2
2
14
BK 
1
2
2
2
2

Jumlah






1.1.2   Program Malam (18.30 – 20.00)
No
Mata Pelajaran
KELAS
X
XI-IPA
XI-IPS
XII-IPA
XII-IPS
1
 a. Al Qur'an dan Hadits
1
2
2
1
1
 b. Fiqih
2
1
1
1
1
 c. Aqidah dan Akhlak
2
2
2
1
1
 d. SKI
2
2
2
1
1

2.1      Semester  2
2.1.1   Program siang  (07.00 – 15.05)
No
Mata Pelajaran
KELAS
X
XI-IPA
XI-IPS
XII-IPA
XII-IPS
1
 a. Al Qur'an dan Hadits
2
1
1
1
1
 b. Fiqih
1
2
2
1
1
 c. Aqidah dan Akhlak
1
1
1
-
1
 d. SKI
-
-
1
2
2
2
Pendidikan Kewarganegaraan
2
1
1
1
1
3
Bahasa dan Sastra Indonesia
4
4
4
4
4
4
Sejarah
1
1
3
1
3
5
Bahasa Arab
3
3
3
3
3
6
Bahasa Inggris
4
4
4
4
4
7
Pendidikan Jasmani
2
2
2
2
2
8
Matematika
4
6
6
6
6
9
a. Fisika
3
5
-
5
-
b. Biologi
3
5
-
5
-
c. Kimia
3
5
-
5
-
10
a. Ekonomi
2
-
6
-
6
b. Sosiologi
2
-
5
-
5
c. Geografi
1
-
5
-
5
11
Kesenian
2
2
2
2
2
12
Tek. Informasi dan Kom.
2
2
2
2
2
13
Muatan Lokal
2
2
2
2
2
14
BK 
-
1
1
1
1

Jumlah
56
56
56
57
57

2.1.2   Program Malam (18.30 – 20.00)
No
Mata Pelajaran
KELAS
X
XI-IPA
XI-IPS
XII-IPA
XII-IPS
1
 a. Al Qur'an dan Hadits
2
1
1
1
1
 b. Fiqih
1
2
2
1
1
 c. Aqidah dan Akhlak
2
2
2
1
1
 d. SKI
2
1
1
1
1

2.        Sistem Pembelajaran
Pembelajaran dilaksanakan menggunakan sistem Student Active Learning, yaitu pembelajaran yang menuntut siswa aktif menggali informasi, mengolah dan merangkai pengetahuan (student center) secara interaktif serta mandiri.  Metode Pembelajaran  bervariasi  sesuai dengan jenis mata pelajaran serta karakteristik kompetensi dasar yang akan disampaikan oleh guru, dapat dilakukan di dalam kelas, perpustakaan (resourches center), lapangan, masjid, tempat-tempat yang tersedia di sekitar gedung pendidikan,  serta tempat atau sumber belajar lain yang memungkinkan, seperti pasar, laboratorium riset, pusat peragaan iptek, dan sebagainya.
3.        Subject Matter Based Classroom (SMBC)
SMBC merupakan pola pembelajaran dinamis bertujuan untuk lebih membangun nuansa/ atmosfer akademik siswa sesuai dengan tuntutan materi dan kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa. Kelas-kelas dalam SMBC di desain sedemikian rupa sehingga mencirikan masing-masing pelajaran itu. Siswa belajar dalam kelas-kelas berbasis pelajaran tersebut sesuai jadwal kelasnya (moving class).


4.        Kelas Bilingual dan Pra Bilingual
Kelas bilingual dan kelas prabilingual direalisasikan di kelas X dan XI dengan ketentuan sebagai berikut:
a.         Satu kelas bilingual  utama, pengantar pembelajaran menggunakan teks bahasa inggris dan penjelasan materi  pelajaran menggunakan bahasa bilingual (Inggris-Indonesia),  sedangkan mata pelajaran agama menggunakan teks bahasa  Inggris dan/atau Arab. Pengelompokkan kelas ini berdasarkan kemampuan akademis  Mafikibi (matematika, fisika, kimia, biologi) dan bahasa Inggris yang tinggi.
b.        Kelas Pra Bilingual, pengantar pembelajaran menggunakan teks bahasa Inggris sedangankan mata pelajaran agama menggunakan teks bahasa  inggris dan/atau Arab, kecuali bahasa Indonesia. Serdangkan penjelasan materi pembelajaran menggunakan bahasa Indonesia 
c.         Perbedaan kelas bilingual utama dan prabilingual, yaitu pada proses alat penilaian harian, tengah semester, dan akhir semester. Teks alat penilaian mafikibi kelas bilingual  menggunakan bahasa Inggris,  sedangkan mata pelajaran lainnya menggunakan 25% bahasa Inggris dan/atau bahasa Arab sesuai jenis mata pelajarannya.  Pada kelas Pra bilingual, teks alat penilaian menggunakan 25%  bahasa Inggris dan/atau bahasa Arab.
5.        Buku Pegangan, Modul dan Suplemen
a.          Pemilihan Buku Ajar
Buku ajar yang digunakan adalah modul yang disusun oleh guru sendiri atau buku ajar umum yang diseleksi oleh guru-guru secara apik. Untuk melengkapi buku ajar umum,  guru-guru memberi suplemen berupa hand out pelajaran, ringkasan materi ajar, atau tambahan soal-soal latihan untuk memperkuat penguasaan konsep siswa.
b.         Pengadaan Buku Ajar, Modul dan Suplemen
Setiap siswa berhak memperoleh pinjaman  buku ajar dan modul yang diadakan perpustkaan, serta suplemen  yang  dikelola oleh guru mata pelajaran.
6.        Pembelajaran Team Teaching
Pembelajaran team teaching adalah pembelajaran kolaborasi antara dua guru atau lebih dalam satu kelas, setiap guru memiliki peran dan tanggung jawab yang sama, saling mendukung dalam rencana pengelolaan kelas, pelaksanaan pembelajaran di kelas dan  penilaian.
Pengelolaan kolaborasi ditekankan pada persiapan dan pemilihan strategi  pembelajaran menarik pada setiap topik dan memotivasi pembelajaran aktif siswa dalam mengeksplorasi potensi dirinya secara mandiri, yang didampingi lebih dari satu orang guru.
7.        Sistem Penilaian
Penilaian atau assesment adalah istilah umum yang mencakup semua metode yang biasa digunakan untuk menilai unjuk kerja individu siswa atau kelompok. Proses penilaian mencakup pengumpulan bukti untuk menunjukkan pencapaian belajar siswa.
Penerapan sistem penilaian di MAN Insan Cendekia,  memperhatikan prinsip-prinsip penilaian sebagai berikut:
a.         Penilaian untuk semua Kompetensi Dasar.
b.        Penilaian dapat dilakukan pada satu atau lebih Kompetensi Dasar. 
c.         Hasil Penilaian dianalisis dan ditindaklanjuti melalui program remedial atau program pengayaan.
d.        Penilaian meliputi seluruh kompetensi dasar  dalam ranah kognitif, psikomotor, dan afektif.  Aspek afektif diukur melalui pengamatan dan kuesioner.
Untuk setiap mata pelajaran, aspek-aspek penilaian yang diukur adalah sebagai berikut:
No
Mata Pelajaran
Aspel yang Dinilai
Kognitif
Psikomotor
Afektif
1
Aqidah-Akhlak
2
Ilmu Fiqh
3
Qur’an-Hadits
4
Sejarah Kebudayaan Islam
-
5
Bahasa Arab
6
Bahasa Inggris
7
Bahasa Indonesia
8
Pendidikan Kewarganegaraan
-
9
Sejarah
-
10
Ekonomi
11
Geografi
12
Sosiologi
-
13
Matematika
-
14
Fisika
15
Kimia
16
Biologi
17
Seni Budaya
-
18
Pendidikan Jasmani
 -
19
Teknologi Informasi & Komunikasi
 -

8.        Jenis Tagihan, Pengolahan Nilai dan Pelaporan
Sistem penilaian yang diterapkan mencakup 3 (tiga) hal, yaitu; 1) jenis ujian,                  2) pengolahan, dan 3) pelaporan hasil ujian.
a.        Jenis ujian
Jenis ujian terdiri dari berbagai tagihan, seperti ulangan atau tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh siswa.  Yang dimaksud dengan tagihan adalah, tingkat kemampuan yang dituntut dari siswa setelah ia mempelajari kompetensi dasar tertentu yang ditunjukkan dengan berbagai perilaku hasil belajar.
Adapun jenis-jenis tagihan adalah sebagai berikut :
1.        Kuis, isian atau jawaban singkat yang menanyakan hal-hal prinsip.
2.        Ulangan harian dilakukan secara periodik pada akhir pembelajaran kompetensi dasar tertentu.
3.        Tugas individu, diberikan dalam waktu-waktu dan kebutuhan tertentu dalam berbagai bentuk (klipping, paper, dsb.)
4.        Tugas kelompok, digunakan untuk menilai kompetensi kerja kelompok.
5.        Laporan kerja praktik, dilakukan pada mata pelajaran yang membutuhkan praktikum dengan mengamati suatu gejala dan dilaporkan.
6.        Portofolio, merupakan folder atau dokumen yang berisi contoh hasil karya siswa, yang menurut siswa sangat berarti, merupakan karya terbaik atau karya favorit, sangat sulit dikerjakan tetapi berhasil, dan memiliki nilai kenangan.  Penilaian dengan metode pengumpulan informasi atau data secara sistematik, atas hasil pekerjaan seseorang.
7.        Ulangan tengah semester
8.        Ulangan akhir semester, dilakukan dengan menggabungkan beberapa kompetensi dasar dalam satu waktu
9.        Siswa yang tidak tuntas pada UAS ganjil harus dituntaskan pada semester ganjil tersebut.
10.    Ulangan kenaikan kelas  di  gemester genap mencakup materi semester genap.

b.        Pengolahan Hasil Belajar
Rumusan atau format pengolahan hasil belajar siswa disesuaikan dengan jenis tagihan yang telah berhasil dilaksanakan oleh siswa.  Format yang digunakan merupakan format untuk menentukan nilai akhir (NA) sebagai nilai kumulatif yang melibatkan nilai tes semester/ (US) dan nilai rata ulangan harian(UH).
Format Pengolahan Hasil Belajar Nilai Pengetahuan Siswa:


NA    =   2 NH + NTS + NS
                             4
 


      
Keterangan :
NA       =  Nilai Akhir
NH       =  Rata-rata proporsional nilai kelas (merupakan rata-rata nilai dari semua jenis tagIhan diperoleh siswa selama proses pembelajaran)
NTS    =   Nilai Ujian Tengah semester
                        NS      =   Nilai Tes semester
c.         Pelaporan Hasil Belajar Siswa
1.        Setiap akhir semester, guru menelaah hasil pencapaian belajar setiap siswa (tugas-tugas, ulangan harian, dsb.)
2.        Laporan perkembangan belajar (profil belajar) siswa  dilaporkan secara periodik (tiap triwulan/mid semester, atau tiap semester) profil hasil belajar siswa disampaikan kepada siswa dan orangtua siswa. Materi Mid tes sama dengan Ulangan Harian 2
3.        Nilai rapor pada prinsipnya merupakan rangkuman nilai hasil tagihan (tugas-tugas, ulangan harian, dan nilai-nilai harian lainnya) selama semester berlangsung.
4.        Untuk mendorong motivasi siswa dalam meningkatkan hasil belajarnya pada setiap mata pelajaran, maka pada setiap akhir semester diberikan penghargaan kepada setiap siswa yang memperoleh nilai tertinggi pada setiap mata pelajaran dan penghargaan kepada siswa-siswa yang mencapai prestasi akademik terbaik pada semua mata pelajaran (peringkat 1 – 3).
9.        Kriteria Ketuntasan (belajar) Minimal (KKM)
Adalah persentase daya serap siswa minimal dalam pembelajaran satu atau lebih kompetensi dasar, yang tergambar dari nilai yang diraih siswa dalam setiap ulangan harian. Siswa yang nilainya sama atau lebih dari KKM berhak mengikuti pembelajaran untuk kompetensi dasar (KD) berikutnya. Sebaliknya, siswa yang nilainya masih di bawah KKM harus mengikuti remedial (teaching dan test) terlebih dulu sampai tuntas. Adapun KKM untuk semua mata pelajaran di MAN Insan Cendekia adalah sebagai berikut:
No
Mata Pelajaran
Kelas
X
Kelas XI
Kelas XII
IPA
IPS
IPA
IPS
1
Al Qur'an dan Hadits
77
78
78
78
78
2
Aqidah dan Akhlaq
75
75
75
-
-
3
Fiqih
75
80
80
83
83
4
SKI
-
 -
75
75
5
Pendidikan Kewarganegaraan
75
76
76
80
80
6
Bahasa dan Sastra Indonesia
78
79
79
80
80
7
Sejarah
73
74
75
75
75
8
Bahasa Arab
70
75
75
75
75
9
Bahasa Inggris
75
76
76
78
78
10
Pendidikan Jasmani
75
75
75
75
75
11
Matematika
70
75
75
77
77
12
Fisika
70
75
-
75
-
13
Biologi
75
76
-
78
-
14
Kimia
75
75
-
80
-
15
Ekonomi
75
-
75
-
77
16
Sosiologi
75
-
76
-
77
17
Geografi
75
-
76
-
77
18
Kesenian
75
75
75
75
75
19
TIK
70
75
75
75
75
20
Muatan Lokal
75
75
75
80
80

10.    Pembinaan dan Pengembangan Khusus Mata Pelajaran
Pembinaan khsusus mata pelajaran dan pengembangannya meliputi aktifitas terhadap pengembangan siswa, yaitu kegiatan responsi, tutorial, dan klinik pembelajaran bagi siswa yang membutuhkan jam tambahan, serta siswa yang memiliki kebutuhan talenta untuk belajar lebih mendalam,  sedangkan pengembangan bagi guru meliputi pengembangan bahan ajar (modul, soal-soal dan media ajar) yang berkaitan dengan kegiatan responsi, tutorial dan klinik siswa, serta pengayaan siswa dalam materi khusus yang keseluruhannya dilaksanakan di luar jam kerja sekolah.
11.    Tutorial
Program tutorial di MAN Insan Cendekia Serpong adalah rancangan pengajaran tambahan oleh guru kepada seseorang atau sejumlah kecil siswa di asrama (baik asrama siswa atau asrama guru atau rumah dinas guru). Bentuk kegiatan pengajaran tambahan tersebut:
a.         Diskusi antara siswa/siswa dengan guru/tutor tentang Materi pokok yang belum dikuasai;
b.        Latihan soal yang berkaitan dengan Materi pokok yang belum dikuasai    (soal yang dibahas di kelas, siswa/siswa membawa soal sendiri);
c.         Dilaksanakan dalam situasi informal;
d.        Dilaksanakan  : setelah jam sekolah usai (15.30 – 17.30), pada jam belajar mandiri (20.00 – 22.00);
e.         Guru/tutor menjemput bola, artinya datang ke asrama siswa baik putra maupun putrid untuk mengetahui apakah ada di antara siswa/siswa yang belum menguasai materi pokok pada pelajaran tertentu.
12.    Program Bimbingan Belajar Siap UN dan Masuk PTN (dalam dan luar Negeri)
Program Intensif merupakan program Penunjang Kurikulum di MAN Insan Cendekia  yang diberikan kepada siswa kelas XII. MAN Insan Cendekia sebagai madrasah umum (bukan kejuruan) tentunya harus mempersiapkan para siswanya untuk dapat melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi yang berkualitas baik di dalam maupun di luar negeri. Program ini dapat  diartikan : Program persiapan ujian akhir sekolah dan masuk perguruan tinggi yang berkualitas yang dilaksanakan secara rutin dan sungguh-sungguh, sehingga mendapatkan hasil yang optimal.
Program intensif disusun sesuai dengan kebutuhan, agar mendapatkan hasil yang maksimal. Program Intensif dibagi dalam 3 tahap, yaitu :
a.         tahap I dimulai pada bulan September sampai bulan Desember, untuk persiapan masuk ke PTN melalui jalur-jalur mandiri maupun seleksi masuk perguruan tinggi di luar negeri yang dilaksanakan sekitar bulan Januari atau Februari.
b.        tahap II dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Maret, untuk persiapan Ujian Nasional maupun seleksi masuk beberapa PTN melalui ujian mandiri seperti UGM, UI, ITB, Unpad.
c.         Tahap III dilaksanakan bulan April sampai Juni untuk mempersiapkan siswa mengikuti seleksi masuk PTN melalui SNMPTN.
13.    Muatan Lokal
Muatan lokal yang dikembangkan mencakup lifeskill,  dan menunjang visi dan misi lembaga serta mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah yang menyenangkan bagi siswa yang menjalaninya. Adapun Muatan Lokal yang dapat dikembangkan di MAN Insan Cendekia Serpong adalah:
No
Kelas (Grade)
Jenis Mulok
Jenis Muatan Lokal
1
X
PKLH –
Madrasah Hijau
(Go Green School)

· menumbuhan kepedulian terhadap lingkungan dengan membuat slogan “back to nature.
· memiliki keterampilan memilah sampah sesuai kategori bahan dasarnya.
· mengolah limbah organik menjadi kompos.
· mengelola taman dan apotik hidup.
· mengaktifkan bank sampah .
· menyusun dan mengkomunikasikan permasalahan-permasalahan lingkungan dalam bentuk artikel  atau karya tulis.
2
XI IPA/IPS
Karya Tulis  Ilmiah

· menyusun proposal ilmiah yang berkaitan dengan masalah-masalah lingkungan sekitar.
· melakukan observasi – hipotesis – eksperimen – menyusun dan mengolah data penelitian.
· menyusun karya tulis ilmiah.
3
XII IPA/IPS
PKLH – 
Recycle Product
· memiliki keterampilan memilah sampah anorganik.
· mengolah sampah anorganik menjadi produk baru.
· menyusun dan mengkomunikasikan permasalahan-permasalahan sampah anorganik.
14.    Kenaikan Kelas
Konsekuensi dari proses pembelajaran tuntas adalah, hanya siswa yang sudah kompeten yang berhak untuk naik ke kelas yang lebih tinggi.  Adapun kriteria kenaikan kelas dan penentuan program studi yang ditetapkan di MAN Insan Cendekia Serpong  adalah sebagai berikut:
A.        Kriteria dan persyaratan kenaikan kelas dan penjurusan
a.         Kriteria Kenaikan (Kelas X ke Kelas XI)
Siswa dinyatakan naik kelas, bila;
1)   Maksimal memiliki 3 (tiga) nilai rata-rata mata pelajaran yang belum kompeten akumulatif dalam 1 tahun.
2)   Nilai Agama, PKn, Penjaskes dan Pendidikan seni minimal KKM.
3)   Tidak ada nilai 40 atau kurang untuk seluruh mata pelajaran.
b.        Kriteria Penentuan Program Studi
1)   Penentuan program studi dimulai di kelas XI semester ganjil.
2)   Penentuan program studi dilakukan berdasarkan atas kemampuan akademik, pilihan siswa (minat), dan potensi siswa.
3)   Untuk Program Studi IPA
Tidak terdapat mata pelajaran yang tidak kompeten dari 4 (empat) mata pelajaran ciri khas program IPA (matematika, fisika, kimia, biologi) di semester 1 (satu).
4)   Nilai mata pelajaran ciri khas program studi (MIPA) di atas (lebih dari) standar kompetensi minimal mata pelajaran pada program tersebut pada semester 2 (dua).
5)   Untuk Program Studi IPS.
Tidak terdapat mata pelajaran yang tidak kompeten dari 3 (tiga) mata pelajaran ciri utama IPS (ekonomi, geografi, sosiologi) di semester 1 (satu) dan semester 2 (dua).
c.         Kriteria Kenaikan (Kelas XI ke Kelas XII)
Siswa dinyatakan naik kelas, bila;
1)   Maksimal memiliki 3 (tiga) mata pelajaran yang belum kompeten, akumulasi 1 tahun.
2)   Tidak ada mata pelajaran ciri khas program studi yang tidak kompeten.
3)   Nilai Agama, PKn, Penjaskes dan Pendidikan seni minimal KKM.
4)   Rata-rata nilai seluruh mata pelajaran > nilai ketuntasan kompetensi minimum terendah ( yaitu dari nilai ketuntasan minimum mata pelajaran yang ditetapkan).
5)   Tidak ada nilai di bawah 60.

Catatan:
1.        Dalam penentuan kenaikan kelas, perlu diperhatikan nilai-nilai hasil belajar siswa yang diperoleh, apakah ia memperolehnya tanpa remedial atau tidak. 
2.        Siswa yang tidak naik kelas, tidak bisa  ”mengulang” dan dikembalikan kepada orang tua siswa.
3.        Kriteria penentuan program studi mempersyaratkan tidak terdapat nilai kurang (tidak kompeten) pada seluruh mata pelajaran ciri khas program, termasuk kenaikan kelas untuk program studi. Konsekuensinya akan ada kemungkinan seorang siswa memenuhi kreteria kenaikan kelas (maksimal tiga mata pelajaran tidak kompeten) namun tidak memenuhi syarat masuk program tertentu.
4.        Penilaian akhlak akan lebih signifikan apabila dimasukkan menjadi salah satu komponen penilaian menuju nilai akhir. Penilaian akhlak bisa dimasukkan ke mata pelajaran keagamaan: Quran Hadits, Akidah Akhlak, Fiqih, dan Sejarah Kebudayaan Islam. Data lapangan dapat diperoleh dari berbagai pihak yang terkait.

B.       Penentuan kenaikan kelas 
Penentuan kenaikan siswa seperti diuraikan pada bagian 15.a dilakukan dalam rapat pleno guru di akhir semester 1 dan akhir tahun pembelajaran.  Adapun agenda pleno yang dilaksanakan meliputi:
a.         Pemaparan   semua hasil penilaian  kognitif, afektif, dan  maupun psikomotor siswa.
b.        Pertimbangan siswa yang naik kelas dan tidak naik kelas bagi siswa kelas X dan XI.
c.         Pertimbangan siswa yang masuk jurusan IPA atua IPS di kelas XI bagi siswa kelas X.
Seluruh pertimbangan ditinjau dari berbagai aspek, antara lain kerja keras, usaha, dan sikap siswa yang dinilai oleh guru asuh, guru asrama, wali kelas, dan guru bidang studi terkait. Jika dalam pertimbangan ada siswa yang tidak naik kelas, maka prosedur pengembalian siswa kepada orang tua dilaksanakan oleh kepala madrasah didampingi oleh wakil bidang kurikulum.
15.    Matrikulasi Siswa Baru
a.         Latar belakang program
Program matrikulasi bertujuan untuk menyetarakan kemampuan dasar siswa sebelum dimulai proses pembelajaran sesuai kurikulum di MAN Insan Cendekia. Hal ini perlu mengingat asal siswa yang diterima di MAN Insan Cendekia  dari latar belakang madrasah/sekolah dengan kondisi yang berbeda-beda.
b.         Waktu Kegiatan
Kegiatan matrikulasi dilaksanakan seminggu atau dua minggu di awal  tahun pelajaran baru. Waktu belajar  mulai pukul 07.00 s.d. 15.35 di kelas khusus.
c.         Materi kegiatan
Materi kegiatan ditentukan oleh pimpinan madrasah bersama panitia kegiatan berdasarkan hasil nilai seleksi masuk dan tes diagnostik akademik. Perolehan nilai-nilai tersebut dianalisis dan disimpulkan untuk menetapkan mata pelajaran yang akan diberikan pada kegiatan matrikulasi.
Materi dasar yang wajib menjadi penguatan kesetaraan adalah:
a)        Matematika, sebagai dasar melatih logika dan berpikir sistematis.  
b)        Sains  (fisikia, kimia, biologi) diberikan untuk penguatan ilmu dasar sains dan nalar.
c)        Bahasa Inggris dan Arab diberikan untuk penguatan pemahaman bahasa internasional.
Pengelompokan siswa berdasarkan  nilai akademis siswa dari tes penerimaan siswa baru dan tes diagnostic akademik. Pada umumnya,  siswa dari SMP umum (bukan SMP Islam atau MTs) lebih membutuhkan matrikulasi bidang bahasa Arab dibandingkan matematika atau sains.  Sebaliknya, siswa dari MTs atau pesantren umumnya, lebih banyak memerlukan pelajaran matematika, ilmu dasar sains dan bahasa Inggris.
16.    Kalender Pendidikan
Kalender Pendidikan adalah  rencana kegiatan proses pendidikan yang disusun untuk kurun waktu satu tahun pelajaran. Di dalamnya memuat seluruh proses pendidikan dan  disusun sebagai pedoman dalam pelaksanaan program pendidikan di lingkungan MAN Insan Cendekia pada tahun pelajaran tertentu.  Kalender pendidikan  meliputi   kegiatan awal tahun, proses pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan ujian tengah semester, ujian akhir semester, ujian nasional serta hari-hari libur sepanjang tahun pelajaran.
Penyusunan kalender pendidikan ini didasarkan pada surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 125/U/2002 tanggal 31 Juli 2002 tentang Kalender  Pendidikan dan Jumlah Jam belajar Efektif di Sekolah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
17.    Budaya Sekolah (School Culture)
Budaya sekolah yang dikembangkan mengkaitkan nilai-nilai dominan yang didukung dan dituntun oleh madrasah, dan stakeholders pendidikan, antara Forum Komunikasi Orang tua Siwa. Budaya sekolah ini dilaksanakan melalui sistem nilai, kepercayaan dan norma-norma yang diterima secara bersama, serta dilaksanakan dengan penuh kesadaran,  dibentuk oleh lingkungan untuk menciptakan pemahaman seragam  di antara seluruh sivitas MAN insan Cendekia Serpong, yang mampu membentuk opini di masyarakat.
Budaya sekolah yang dikembangkan di MAN Insan Cendekia Serpong adalah:
a.          Aqidah kuat dan taat beribadah dengan sholat berjamaah di masjid lima waktu sholat, serta mengamalkan amalan-amalan sunnah.
b.        Santun, hormat pada  yang lebih tua dan sayang pada yang muda dan membiasakan menebar senyum, serta  Afsyus salam (menebar salam) kepada siapa saja, 
c.         Mencintai lingkungan dengan menjunjung etika lingkungan, memupuk rasa cinta lingkungan dan turut  menjaga lingkungan hijau.
d.        Menjaga adab pergaulan putra-putri (tidak berjabat dan bersentuhan putra-putri yang bukan mahram, tidak berduaan apalagi ber-kholwat).
e.         Kejujuran dalam semua aspek dilatihkan dan dibiasakan dengan tidak pernah menyontek dan berbuat curang dalam semua kegiatan.
f.         Disiplin, mandiri, bertanggung jawab, kreatif, kritis  dan inovatif tercermin dari ucapan dan perilaku.
g.         Berprestasi dengan membiasakan semangat kompetisi secara sehat baik di internal madrasah maupun eksternal,  seperti lomba-lomba ke luar madrasah.
h.        Ukhuwah Islamiyah (baik  ketika masih aktif di MBI maupun sudah menjadi alumni).
i.          Mencintai belajar dan pekerjaan.
j.           Menghargai dan apresiasi terhadap nilai-nilai seni.
18.    Pemenuhan Dimensi Ke-internasional-an di MAN Insan Cendekia Serpong
a.          SKL dan standar isi
Dalam Pemenuhan Taraf internasional di MAN Insan Cendekia Serpong, maka standar isi (SI) dan standar kompetensi lulusan (SKL) memiliki target penguasaan dan kelulusan 100 persen.  Disamping itu MAN Insan Cendekia mengadopsi dan mengadaptasi kurikulum sekolah yang dirujuk oleh  Kementerian Agama RI.  Mengadaptasi yaitu penyesuaian unsur-unsur tertentu dalam KTSP, dengan mengadopsi pengayaan material informasi kekinian yang berkembang di dunia.
b.        Proses Pembelajaran di MAN Insan Cendekia Serpong
1)        Pembelajaran menyertakan bahasa asing, yaitu bahasa yang digunakan oleh negara yang dirujuk oleh Kementerian Agama  (Inggris atau Arab). 
2)        Pembelajaran berbasis TIK melalui teknologi informasi memudahkan akses sumber-sumber belajar dari negara lain.
3)        Merancang, melaksanakan, dan mengembangkan pendekatan pembelajaran yang mampu menggugah kreativitas dan inovasi siswa menuju era global.
4)        Menyelenggarakan pembelajaran yang memperhatikan keselarasan dan keseimbangan antara: (a) kreativitas dan disiplin, (b) persaingan dan kerjasama, (c) berpikir holistik dan atomistik, (d) berpikir induktif dan deduktif, (e) tuntutan dan prakarsa.
c.         Penilaian
1)        Penilaian dilakukan untuk mengendalikan mutu pendidikan sebagai bentuk akuntabilitas kinerja pendidikan kepada pihak pemangku kepentingan. Penilaian terhadap siswa dilakukan oleh guru untuk memantau proses, kemajuan dan perbaikan hasil belajar siswa secara berkesinambungan. Keberhasilan tersebut ditandai dengan pencapaian indicator kinerja kunci minimal, yaitu memenuhi Standar Penilaian.
2)        Selain itu, keberhasilan tersebut juga ditandai dengan pencapaian indikator kinerja kunci tambahan, yaitu memperkaya penilaian kinerja pendidikan dengan model penilaian sekolah unggul dari negara-negara yang dirujuk Kementerian Agama yang mempunyai keunggulan tertentu dalam bidang pendidikan.
d.        Prestasi-prestasi internasional
Dimensi yang sangat penting bagi MAN Insan Cendekia adalah prestasi-prestasi siswa dan juga gurunya di tingkat internasional, baik lomba-lomba akademis maupun non-akademis ditandai dengan piagam atau medali (piala) yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga pendidikan dengan lingkup lomba internasional (minimal regional).
e.         Membina hubungan baik dengan berbagai Instansi di luar negeri
MAN Insan Cendekia membangun komunikasi dan membangun jaringan dengan sekolah menengah dan perguruan tinggi di luar negeri, melalui aktifitas sosialisasi informasi  perguruan tinggi di luar negeri yang direkomendasi dan dilaksanakan setiap tahun, antara lain Nanyang of Technological University (NTU) Singapura, Asia Pasific University (APU) Jepang.

C.           Manajemen Tenaga Kependidikan
Pendidik di MAN Insan Cendekia Serpong adalah guru yang:
1.        Profesional dalam kompetensi, latar belakang pendidikan dan bidang studi yang diampu sesuai, minimal sarjana, dengan target 75% magister.
2.        Memiliki kompetensi profesional dalam perencanaan, proses pembelajaran, penilaian dan tindak lanjutnya.
3.        Untuk (sebagian) guru-guru sains dan inti mampu mengajar dalam bahasa Inggris atau Arab.
4.        Mampu memfasilitasi pembelajaran berbasis TIK.
Tenaga kependidikan di MAN Insan Cendekia Serpong Tangerang terdiri dari :
1.        Jumlah Guru
Jumlah guru di MAN Insan Cendekia serpong Tangerang berjumlah 50 orang, terdiri dari Strata 1 sebanyak 28 orang, Strata 2 sebanyak 21  orang dan Strata 3 ada 1 orang. Adapun rincianya adalah sebagai berikut :
a.                  Rumpun Agama Islam
1.        Abdul Jalil, M.A.; Mashuri, M.Th.I. (Alqur’an Hadits)
2.        Away Baidhowy, Lc., M.A. (Aqidah Akhlaq)
3.        Dra. Yelnita Nova (Fiqh)
4.        M. Ihsanuddin Hasbie, S.Ag., M.Hum. (Sejarah Kebudayaan Islam)
b.        Pendidikan Kewarganegaraan
1.        Yus Kusnandar, S.Pd.
c.                                  Rumpun Bahasa
1.        Kusen, S.Pd.; Rapiq, S.S.; Eka Retnosari, S.Pd. (Bahasa Indonesia)
2.        Muhammad Bahrul Ulum, Lc.; Muhammad Zaenuri, Lc. (Bahasa Arab)
3.        Dra. Gustinefa, M.Pd.; Ahmad Imam Satriya, M.Hum.; Yuna Puteri K., S.S.; Eneng Uswatun Hasanah, M.Pd. (Bahasa Inggris)
d.        Rumpun Matematika dan Sains
1.        Ir. Zulhiswan; Rita Suzana, S.Si.; Darno Raharjo, S.Pd.; Siti Sofiyatun, S.Si.; Diah Ayuningtyas, S.Si; Arthi Riyani Kurniawati, S.Si (Matematika)
2.        Drs. Nuryanto; Ir. Elly Haswani, M.Pd.; Hilman Setiawan, S.Si.; Fiestyo Agung Prabowo, S.Si., M.P.Fis. (Fisika)
3.        Drs. Japar, M.P.Kim.; Dra. Sartini Subaryatun; Susi Pawartiningtyas, S.Pd.; Deni Samsudin Permana, S.Pd. (Kimia)
4.        Dra. Persahini Sidik, M.Si.; Dra. Renelita Artati, M.Si.; Etty Pudjiastuti, S.Si.; Tina Yulistania, S.Pd.; Metig Dwi Wahyuni, S.Si. (Biologi)
e.         Rumpun Sosial dan Humaniora
1.        Dra. Fatri Amida; Dra. Sri Hartini (Ekonomi)
2.        Atmira Satya Mardhika, S.Pd (Sosiologi)
3.        Dra. Nurhayati; Tri Haryanto, S.Pd. (Geografi)
4.        Ipik Ernaka, S.Ag., M.Hum.; Erwin Supriatna, S.Pd. (Sejarah)
f.         Kesenian
1.        Dr. Suwardi, M.Pd.
g.                                 Teknologi Informasi dan Komunikasi
1.        Tubagus Sedyayunta, S.TP., M.M.S.I.
h.                                 Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
1.        Drs. Kris Djuli Wahono
i.                                   Bimbingan Konseling
1.        Dra. Rini Kristiani

2.        Staf administrasi dan penjaga / keamanan
Jumlah staf administrasi dan tenaga keamanan di Man Insan Cendekia serpong berjumlah 58 orang. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut :
NO
Tenaga
2012/2013
1.
Tata Usaha
16  orang
2.
Dokter (Umun & Gigi )
3  orang
3.
Perawat dan Ahli Gizi
4  orang
4.
Teknisi
4  orang
5.
Pembina Asrama
6  orang
6.
Laboran
4  orang
7.
Pustakawan
4  orang
8.
Satpam
9  orang
9.
Pramubakti
8  orang

Jumlah
58 orang

Sedangkan untuk penjelasan sumber daya manusia (SDM)  staf administrasi dan penjaga / keamanan adalah sebagai berikut :
a.        Guru Bina Asrama
1.        Chaerul Huda, S.Ag.; Chairul Ihwan, S.Psi.; Pahrurroji M. Bukhori, S.HI., S.S., M.A.; Mashuri, M.Th.I.
2.        Evi Siti Fauziah, S.Ag; Kusdiniyah, S.Ag.; Eva Novita, S.S., M.A.
b.         Divisi ICT
1.        Muhammad Syahril, S.T.
c.          Laboran
1.        Nastiti Nurhartini, S.T.; Imron, S.Kom.
d.         Pustakawan
1.        M. Ihsanudin Hasbie, S.Ag., M.Hum. (Kepala);
2.        Nurfitriyani, A.Md.; Arieni Delia Sari, A.Md.
e.          Administrasi / Tata Usaha
1.        Suyitno; Setia Basuki; Urip Mulyono; Mubin Saragih; Pujiman; Jamingan; Hartamto; TB. Mahmudin; Weka Aditya Bakti; Yayat; Yopi; Soleh; Suhali; Khusnul Rina Listanti; Amine; Iwanto; Mahmur; Sopian; Didin; Mila Karmila; Muhajas; Ayu Maharani.
f.          Poliklinik
1.        Dokter : dr. Fuaddimal; dr. Rita Inastuti;
2.        Dokter gigi : drg. Esti Puspita Sari; drg. Futiha Sari Hayuni;
3.        Perawat : Saripuspa; Muzdalifah; Puji Lestari; Bayu Agung
g.         Satuan Pengamanan
1.        Mulyadi; Herman; Nedih; Dody; Juadi; Saipul; Robby; Nursolihin

3.        Mekanisme, strategi rekruitmen dan kualifikasi guru, staf administrasi dan penjaga / keamanan
a.        Guru
Dalam merekrut tenaga pendidik di MAN Insan Cendekia Serpong yaitu dengan mengutamakan bagi mereka tenaga pendidik yang memenuhi 4 standar kompetensi guru (kompetensi pedagogik, kepribadian, professional dan kompetensi sosial). Dalam hal perekrutan melalui seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang mana pihak Kementerian Agama turut serta andil dalam kegiatan seleksi tersebut. Adapun mekanismenya adalah sebagai berikut :
1.        Memenuhi syarat-syarat, yaitu: guru Negeri IPK min 2,50 dan guru swasta IPK min 3,0.
2.        Mengikuti tes kemampuan (tertulis).
3.        Mengikuti tes Micro Teaching.
4.        Tes Psikotes
Dan hal terakhir yang dilakukan yaitu mengkonsultasikan dengan kepala sekolah yang nantinya akan memberikan keputusan.
b.      Staf Administrasi
Adapun dalam merekrut staf di bidang tenaga administrasi juga mengutamakan bagi mereka yang memiliki ijazah yang sesuai dengan bidangnya dan sesuai yang dibutuhkan sekolah.
c.       Penjaga (SATPAM)
Sedangkan untuk merekrut tenaga keamanan/penjaga tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dan mereka yang amanah disamping ijazah dan akhlak yang baik serta menggunakan sistem kontrak dan pendidikan minimal SLTP/SMP.

4.        Strategi pengembangan profesi guru, staf administrasi dan penjaga keamanan
Di MAN Insan Cendekia diharapkan bagi pengelola SDM untuk mempunyai Sertifikasi Internasional, mengikuti pelatihan dan diklat, mengikuti seminar, melakukan senam kebugaran untuk Satpam yang bertujuan untuk pembinaan, adanya kontrak kinerja, pemetaan kompetensi guru, guru diberi kebebasan berinovasi agar anak tidak merasa bosan, dan guru mendampingi siswa dalam belajar dengan sepenuh hati (totalitas), baik belajar di dalam (indoor) kelas maupun di luar kelas (outdoor).

D.           Manajemen Kesiswaan
MAN Insan Cendekia Serpong Tangerang menerima siswa-siswa  baru sekitar 120 anak pertahunnya, dan terdiri dari :
Kelas
Laki - Laki
Perempuan
Jumlah
X
57
63
120
XI
56
62
118
XII
55
60
117
Jumlah
168
185
355

Dengan rentang kelas :  Kelas X           =   5 Kelas.
                                                Kelas XI IPA  =   5 Kelas.
                                                Kelas XI IPS   =   1 Kelas.
                                                Kelas XII IPA =   5 Kelas.
                                                Kelas XII IP   =   1 Kelas.

1.             Mekanisme dan Strategi Rekrutmen siswa.
Pendaftaran tahun ajaran 2013 -2014  hanya melalui online tidak bisa diposkan. Caranya Dengan membuka web di penerimaan.insancendekia.sch.id atau langsung ke web MAN Insan Cendekia Serpong Tangerang(ic.sch.id). Penerimaan Peserta Didik Baru dilakukan secara transparan, terukur, dan dapat dipertanggung jawabkan. Syarat mengikuti pendaftaran peserta didik baru sebagai berikut :
a.    Pendaftar adalah peserta didik aktif di kelas IX MTs/SMP pada TP 2012/2013;
b.    Usia pendaftar maksimal 17 tahun per 1 Juli 2013;
c.    Pada kelas IX semester 1 tahun pelajaran 2012/2013 merupakan peserta didik terbaik pada madrasah/sekolah berdasarkan pertimbangan dan rekomendasi kepala madrasah/sekolah asal (surat rekomendasi dibuat secara kolektif oleh kepala madrasah/sekolah asal peserta didik) dengan ketentuan: Madrasah/sekolah yang mempunyai rombongan belajar kelas IX sebanyak:
1.         1-3 kelas, berhak mengirim maksimal 3 orang peserta;
2.        4-5 kelas, berhak mengirim maksimal 5 orang peserta;
3.        > 5 kelas, berhak mengirim maksimal 7 orang peserta
Khusus pendaftar yg memiliki prestasi di bidang sains pada kompetisi tingkat nasional dan internasional, seperti ikut serta OSN, LKIR, penelitian yang diselenggarakan Kemenag, Kemendikbud, LIPI, BPPT, Kemenristek, dapat diberikan rekomendasi dari Kepala Madrasah/Sekolah asal peserta didik secara individu di luar batasan poin 3 di atas.

2.             Strategi Pengembangan Kemampuan Akademik dan Non Akademik Siswa.
Dengan melihat kemampuan siswa yang beragam maka MAN Insan Cendekia menerapkan sistem pengelolaan kelas antara lain :
a.         Team Teaching.
b.         Penempatan siswa dalam kelas berdasarkan kecepatan belajarnya.
c.         Menggunakan modul pembelajaran.
d.        Moving class.
Pembinaan akademik guna untuk membantu siswa dalam pembelajaran dalam sehari – harinya dengan:
a.       Pemetakan kompetensi.
b.      Matrikulasi.
c.       Pembinaan khusus maple.
d.      Bimbingan intensif  UN /SNMPTN.
e.       Pendampingan belajar malam hari di asrama.
f.       Pembinaan KIR.
Selain itu, MAN Insan Cendekia Serpong Tangerang mengadakan Persiapan UN / SNMPTN dengan ketentuan sebagai berikut :
a.       Bimbingan dimulai pada bulan juli / ajaran baru.
b.      Pelaksanaan pada sore hari.
c.       2 jam pertemuan .
d.      Pengajar system silang guru.
e.       TO min 3 X.
f.       Analisis hasil TO dan tindak lanjut ( undangan orang tua).
g.       Ada penangganan khusus untuk siswa level atas dan bawah.
h.      Setelah UN siswa bimbingan super intensif SNMPTN selama 1 bulan.

3.             Non Akademik / Ektrakurikuler.
Kegiatan ekstrakurikuler di MAN Insan Cendekia Serpong  dibagi menjadi beberapa rumpun yaitu rumpun iptek, bahasa, seni budaya, PPBN, musik, dan olahraga. Kegiatan ekskul dijadwalkan pada hari Sabtu. Namun demkian tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan di luar jadwal tersebut.
Siswa diperbolehkan mengikuti lebih dari satu jenis ekskul, tergantung dari minat dan keinginan siswa. Diharapkan dengan adanya ekskul ini siswa dapat menyalurkan bakat dan kreativitas mereka baik di bidang iptek, bahasa, seni budaya, PPBN, musik, dan olahraga.

4.             Language Development Programme

Language Development Programme (LDP) adalah sebuah program pengembangan bahasa yang dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berbahasa asing. Kegiatan ini di selenggarakan setiap hari Jumat sejak pukul 13.30 hingga selesai. Pada saat pertama LDP dibentuk tiga tahun yang lalu, kegiatan utamanya adalah mewadahi kebutuhan siswa akan kursus bahasa asing.
Untuk memenuhinya maka sekolah menjalin kerjasama dengan beberapa lembaga bahasa untuk mengadakan kursus bahasa asing. Kursus-kursus yang diadakan diantaranya adalah Kelas Persiapan TOEFL,Kursus General English, Kursus Bahasa Jerman, Kursus Bahasa Jepang, Kursus Bahasa Korea.
Pada perkembangannya, ada cukup banyak siswa yang memilih untuk tidak mengikuti kursus apapun. Untuk mereka, sekolah lalu mengadakan kelas khusus untuk mengakomodasi kebutuhan mereka akan pengembangan bahasa asing, seperti :
a.       Listening for Test Classes
b.      Movie Classes
c.       Performance Class
d.      Wall Magazine Class
e.       Comic Class
f.       Games Class
g.      Debate Class
h.      Reading Class
i.        Arabic Games Class
j.        Scrabble Class
k.      Conversation Class
l.        Origami Class
Selain mengadakan kursus dan kelas-kelas khusus, dalam tiap semester panitia juga menjadwalkan seminar singkat dengan mengundang pembicara-pembicara dari luar. Adapun jadwal kegiatan siswa secara rinci adalah sebagai berikut :
Ø  04.00 - 05.30 Bangun pagi, sholat subuh, Tadarus.
Ø  05.30 – 06.30 Bersih diri, persiapan , makan pagi.
Ø  06.30 -  07.00 Apel pagi dan ke gedung pendidikan.
Ø  07.00 – 12.00 KBM.
Ø  12.00 – 13.00 Isoma.
Ø  13.00 – 15.15 KBM.
Ø  15.15 – 16.00 Sholat ashar.
Ø  16.00 – 17.45 Bimbel UN/PTN,klinik maple, remedial.
Ø  17.45 – 18.30  Isoma.
Ø  18.30 – 19.30 Tadarus AL – QUR’AN , pembelajaran keagamaan.
Ø  19.30 – 20.00 Sholat Isya.
Ø  20.00 – 22.00 Belajar mandiri diasrama dengan bimbingan guru.
Ø  22.00 – 04.00 Istirahat malam.
5.             Kesehatan, Keuangan, dan Kenyamanan.
Kegiatan belajar dengan sistem asrama tentunya membutuhkan penangganan dalam bidang kesehatan karena semua aktivitas di lakukan di sekolahan. Untuk itu MAN  Insan Cendekia Serpong Tangerang memberikan pelayanan Poliklinik madrasah merupakan fasilitas madrasah di bidang kesehatan yang dilengkapi dengan ruang klinik umum, ruang inap, dan poli gigi. Poliklinik melayani siswa 24 jam setiap harinya.
Pelayanan poliklinik yang dilakukan untuk siswa adalah cek medis, pengobatan dan terapi, rujukan ke lab/rumah sakit, perawatan gigi (misal skeling dan ortodonti), serta penyuluhan di bidang kesehatan. Tenaga poliklinik terdiri atas 3 dokter ( umum dan  gigi ), dan 3 perawat serta ahli gizi.
     Keamanan di MAN Insan Cendekia yang terjalin sangat diprioritaskan dengan pengawasan dan pembinaan 24 jam  karena membuat suasana belajar dengan nyaman dan tenang maka MAN Insan Cendekia menugaskan 9 (sembilan) satpam guna menjaga keamanan yang kondusif. Dan juga untuk kenyamanan sangatlah terjaga sangat baik dengan  di lengkapi berbagai fasilitas yang ada para siswa merasa nyaman belajar dengan kegiatan yang sangat banyak  guna membantu proses belajar mengajar menjadi menyenangkan.

E.            Manajemen Keuangan dan Pembiayaan
Keuangan dan pembiayaan merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektivitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. Hal tersebut lebih terasa lagi dalam implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang menuntut kemampuan sekolah untuk merencanakan (financial planning), melaksanakan (implementation), dan mengevaluasi (evaluation), serta mempertanggungjawabkan pengelolaan dana secara transparan kepada masyarakat dan pemerintah. Keuangan dan pembiayaan sangat menentukan tercapainya tujuan pendidikan di sekolah, yang memerlukan sejumlah investasi dari anggaran pemerintah dan dana masyarakat.
Bagi calon peserta didik baru yang telah dinyatakan lulus akan mendapatkan subsidi pemenuhan kebutuhan pendidikan selama belajar di MAN Insan Cendekia dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Namun ada kegiatan-kegiatan yang tidak lagi dicover olah DIPA (Daftar Isian Penggunaan Anggaran) Kementerian Agama yang harus dilaksanakan akan dibebankan ke orang tua dan besarnya akan ditetapkan oleh komite madrasah; seperti biaya studi banding ke sekolah lain dan karya wisata.


F.            Manajemen Sarana dan Prasarana
Manajemen sarana dan prasarana bertujuan membantu menciptakan lingkungan yang bersih, indah, nyaman, aman, ramah dan Islami serta meningkatkan program pemeliharaan dan pembangunan terhadap fasilitas yang diperlukan guna mendukung proses belajar mengajar dan proses pembentukan karakter seluruh civitas MAN Insan Cendekia Serpong yang selaras dengan visi dan misi MAN Insan Cendekia Serpong. Fasilitas madrasah terdiri atas fasilitas ibadah, pendidikan, administrasi, kesehatan, olahraga, dan juga asrama. Peningkatan fasilitas madrasah diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas sistem dan output pendidikan di madrasah.
Adapun sarana dan prasarana di MAN Insan Cendekia Serpong Tangerang terdiri dari :
a.        Asrama Guru
Asrama guru madrasah terdiri atas rumah dinas pimpinan madrasah, rumah dinas guru, dan flat/asrama guru. Di rumah dinas inilah (disamping asrama siswa), pada malam hari siswa-siswi aktif melakukan diskusi dengan para guru bidang studi dan guru bina asrama. Kedekatan personal dan emosional siswa dan guru berperan penting dalam kegiatan pembelajaran siswa di asrama.
b.        Asrama Siswa
Asrama siswa putra terdir atas 2 gedung dan untuk putri terdiri atas 3 gedung. Masing-masing kamar asrama terdiri atas fasilitas tempat tidur, meja kursi belajar, dan kamar mandi dalam. Di setiap gedung asrama juga dilengkapi ruang lobi sebagai tempat belajar bersama. Asrama tertutup bagi siswa pada jam sekolah (pukul 07.00 – 16.00 WIB) dan dibuka kembali setelah jadwal tersebut.
c.         Gedung Administrasi
Gedung administrasi terdiri atas 2 lantai yang mencakup ruang tamu, ruang audio-visual, ruang kepala madrasah beserta wakil, dan ruang tata usaha.
d.        Gedung Pelatihan
Gedung pelatihan MAN Insan Cendekia Serpong digunakan sebagai tempat pelatihan civitas akademika madrasah maupun tamu madrasah. Gedung terdiri atas 2 lantai, dengan total 16 kamar, 2 ruang seminar, ruang lobi, dan pantri.
e.         Gedung Pendidikan
Madrasah terdiri atas dua lantai yang mencakup 16 ruang kelas, 1 ruang multimedia, 5 laboratorium, ruang guru, ruang bimbingan konseling, bank mini, dan ruang OSIS. Di tengah-tengah gedung terdapat sebuah kolam air lengkap dengan taman hijau-nya yang memungkinkan sebagai fasilitas penyegaran bagi aktivitas akademik.
f.              Gedung Serba Guna
Gedung serba guna MAN Insan Cendekia Serpong merupakan sebuah gedung yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan, misal sebagai tempat seminar, wisuda siswa, pameran pendidikan dan career day, LDP, acara-acara OSIS, dan aktivitas akademik lainnya. Gedung berkapasitas sekitar 600 tempat duduk dan dilengkapi dengan fasilitas audio-visual yang cukup memadai.
g.        Hotspot
Kampus MAN Insan Cendekia Serpong dilengkapi dengan fasilitas hotspot yang dapat diakses disemua area kampus. Dengan adanya hotspot ini diharapkan akses informasi akan berbagai sumber disiplin ilmu, baik kajian keislaman, sains, teknologi, ilmu sosial-humaniora, dan juga ilmu-ilmu kesehatan dapat optimal.
h.        Kantin
Kantin madrasah merupakan tempat makan bagi siswa dan pegawai madrasah. Kantin dibuka saat sarapan pagi, makan siang, dan makan malam. Variasi menu harian dikonsultasikan dengan ahli gizi dengan kontrol yang optimal.
i.              Masjid
Masjid Cendekia terdiri atas 2 lantai, lantai 1 digunakan sebagai tempat jamaah putra dan lantai 2 untuk jamaah putri. Daya tampung masjid sekitar 700 jamaah. Tempat wudhu bagi pria terpisah di luar masjid sedang tempat wudhu putri menempel masjid dengan ditutup hijab. Perpustakaan masjid (lebih dikenal sebagai Permadani) menyimpan banyak koleksi buku-buku tentang keislaman dan ruang ini dapat digunakan sebagai tempat diskusi bagi rohis masjid. Dewan Kemakmuran masjid bekerjasama dengan divisi imtaq OSIS memegang peranan dalam kemakmuran masjid.
j.              Fasilitas Olahraga
Fasilitas olahraga madrasah terdiri atas fasilitas untuk sepak bola, bola basket, bola voli, badminton, tenis meja, dan fitness center.
k.        Politeknik
Poliklinik madrasah merupakan fasilitas madrasah di bidang kesehatan yang dilengkapi dengan ruang klinik umum, ruang inap, dan poli gigi. Poliklinik melayani siswa 24 jam setiap harinya. Pelayanan pliklinik yang dilakukan untuk siswa adalah cek medis, pengobatan dan terapi, rujukan ke lab/rumah sakit, perawatan gigi (misalnya skeling dan ortodonti), serta penyuluhan di bidang kesehatan.

l.              Saung Iman
Saung Iman adalah istilah yang cukup popular bagi siswa untuk duduk waktu istirahat. Saung biasa digunakan untuk diskusi, makan, dan minum pada saat istirahat sekolah. Saung iman terdir atas 6 buah yaitu 3 untuk siswa dan 3 untuk siswi.
m.      Perpustakaan
Perpustakaan adalah salah satu sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah dalam membantu meningkatkan proses belajar mengajar yang diselenggarakan di sekolah tersebut. Perpustakaan memiliki koleksi lengkap serta memiliki dan memberikan layanan digital library, yang berakses luas  ke pusat-pusat sumber belajar di dalam dan luar negeri.
n.        Plaza
Salah satu tempat favorit siswa di area kampus MAN Insan Cendekia Serpong adalah “tha plaza”. Tempat ini dijadikan sebagai lokasi outdoor studying, kegiatan leadership, pentas music dan teater, serta kegiatan seni budaya lainnya. Banyak juga siswa yang sengaja duduk-duduk di plaza untuk belajar, istirahat melepas lelah, dan tempat mencari ide.
o.        Laboratorium
Laboratorium merupakan tempat berbagai kegiatan akademik bagi siswa, diantaranya kagiatan belajar, eksperimen, karya ilmiyah remaja, dan klup bidang studi. Laboratorium dilengkapi dengan alat-alat dan bahan yang senantiasa diperbaharui. Ruangan lab. juga disediakan media audio-visual guna memperlancar dan mempermudah kegiataan belajar siswa. Laboratorium di MAN Insan Cendekia Serpong terdiri atas laboratorium fisika, kimia, biologi (beserta green house), komputer, dan bahasa.

G.           Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
a.        Kerja sama dengan lembaga pendidikan yang lain.
Bentuk kerja sama yang dilakukan MAN Insan Cendekia Serpong dengan lembaga pendidikan lain yakni dengan  sesama madrasah dan sekolah lain seperti mengikuti berbagai olimpiade baik yang diadakan antar sekolah, provinsi, nasional bahkan internasional. Bentuk kerja sama lain yang dilakukan MAN Insan Cendikia Serpong yaitu dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta baik itu di Indonesia maupun di luar negeri. Semua itu terbukti banyaknya alumni yang meneruskan pendidikannya di luar negeri dan perguruan  tinggi negeri di Indonesia yang sudah terkenal.
b.        Strategi membangun kerja sama dengan lembaga non pendidikan.
Strategi yang dilakukan MAN Insan Cendikia dalam hal membangun kerja sama dengan lembaga non pendidikan itu seperti kerja sama yang dilakukan MAN Insan Cendikia dengan pemerintah lebih khusus dengan Kementerian Agama tentang pendanaan MAN Insan Cendikia yang semuanya berasal dari APBN. Bentuk kerja sama yang lain yaitu kerja sama MAN Insan Cendikia dengan media massa guna memberikan informasi kepada khalayak umum tentang profil MAN Insan Cendekia. MAN Insan Cendekia juga melakukan hubungan kerja sama dengan para alumninya, para alumni ini sering memberikan kritik, saran dan masukan terhadap MAN Insan Cendekia agar lebih maju dan lebih baik dari sekarang.
c.         Strategi kerja sama dengan tokoh masyarakat.
Dalam hal koordinasi dengan tokoh masyarakat, Komite MAN Insan Cendekia terdiri dari unsur masyarakat dengan persentase 60 %, sehingga masyarakat  juga ikut berperan dalam membantu kemajuan MAN Insan Cendekia Serpong. Oleh karena itu MAN Insan Cendikia melakukan kerja sama dengan masyarakat, yaitu dengan mengundang para anak-anak  di lingkungan sekitar untuk belajar bersama di MAN Insan Cendekia.
Para siswa MAN Insan Cendikia juga bergiliran untuk memberikan ceramah di sekitar lingkungan MAN Insan Cendekia, mengikuti bakti sosial dengan msyarakat. Selain itu dalam memberikan pengetahuan , ilmu dan teknologi, anak-anak MAN Insan Cendekia ini menganggap anak-anak di lingkungan seperti keluarga MAN Insan Cendekia. Apa saja ilmu-ilmu yang didapatkan di MAN Insan Cendekia, anak-anak ini memberikan pembelajaran yang sangat bermanfaat dan memecahkan masalah- masalah pembelajaran di lingkungan masyarakat itu sendiri. Dan juga pada saat bulan Ramadhan siswa atau guru di MAN Insan Cendekia menyebar de beberapa masjid untuk menjadi imam pada saat sholat tarawih.









BAB IV
HARAPAN DAN MIMPI MAHASISWA PESERTA KKL SEBAGAI CALON GURU
DAN MANAJER SEKOLAH YANG PROFESIONAL DAN UNGGUL
DI MASA YANG AKAN DATANG



Kami selaku mahasiswa Prodi PAI Jurusan Tarbiyah STAIN Pekalongan sebagai calon pendidik masa depan selain dibekali teori-teori pendidikan dan pengajaran melalui perkuliahan juga dikenalkan secara langsung gambaran nyata sebuah proses pendidikan melalui kegiatan KKL ke salah satu sekolah unggulan di Indonesia yaitu MAN Insan Cendikia Serpong Tangerang. Kami sangat beruntung bisa mengikuti kegiatan KKL tersebut sehingga kami bisa memperoleh pengetahuan tentang manajemen pendidikan yang baik dan profesional.
Sebagai mahasiswa, kami menempuh pendidikan di bidang kependidikan sebagai calon pendidik masa depan, mengelola, mengenal, memahami dan mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan proses pendidikan. Dengan demikian adanya kegiatan KKL ini dapat mendukung cita-cita kami sebagai pendidik masa depan dan mengenal lebih jauh kekuatan dan kelemahan kami sehingga kami dapat menerapkan pendidikan yang lebih baik pada sekolah yang akan kami kelola kelak.
MAN Insan Cendekia Serpong Tangerang sangat inspiratif bagi kami. Madrasah Aliyah tersebut bertekad hadir sebagai bagian dari solusi bangsa yang menyiapkan kader dengan pemimpin bangsa di masa depan yang sarat dengan keunggulan IPTEK dan IMTAK. Dengan demikian MAN Insan Cendekia Serpong dapat memasok kader bangsa yang siap membangkitkan kejayaan Indonesia masa depan dengan keunggulan kehidupan di berbagai bidang. Lebih dari itu MAN Insan Cendekia Serpong juga akan memberikan sumbangsih kebangkitan bangsa dengan tetap terjaganya konservasi nilai kebangsaan dan keagamaan.
Kami juga ingin mewarisi semangat dan cara guru MAN Insan Cendekia dalam mengajar karena mereka sangat inovatif. Jadi guru tidak hanya mengajar di dalam kelas tetapi dapat mengunakan taman sebagai tempat pembelajaran. Guru juga tidak diperkenankan mengajar di sekolah lain agar konsentrasi mereka tidak terpecah dan all out dalam membagikan ilmunya kepada para siswa. Satu hal lagi, kami juga ingin meneruskan tradisi pembuatan Kontrak Kinerja Guru MAN Insan Cendekia yang dibuat atas kesadaran pribadi guru guna menetapkan kinerja yang akan dicapai.
BAB V
PENUTUP


Jurusan Tarbiyah STAIN Pekalongan memilih Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong Tangerang sebagai tempat KKL tentang ketarbiyahan bagi mahasiswa Prodi PAI Jurusan Tarbiyah pada semester genap tahun akademik 2012/2013 karena sekolah tersebut termasuk lembaga pendidikan di Indonesia yang unggul dan berprestasi.
Standar kompetensi kegiatan KKL tentang ketarbiyahan adalah mahasiswa mampu menelaah secara komprehensif tentang Pengelolaan  Pendidikan di MAN Insan Cendekia Serpong Tangerang. Keterpurukan rasa berbangsa membutuhkan kader bangsa yang mampu menegakkan jiwa patriotik dengan bermodalkan pada pewarisan nilai budaya bangsa atau nilai-nilai kearifan Indonesia. Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Serpong bertekad hadir sebagai bagian dari solusi bangsa yang menyiapkan kader dengan pemimpin bangsa di masa depan yang sarat dengan keunggulan IPTEK dan IMTAK.
MAN Insan Cendekia Serpong Tangerang sangat inspiratif bagi kami. Lebih dari itu MAN Insan Cendekia Serpong juga akan memberikan sumbangsih kebangkitan bangsa dengan tetap terjaganya konservasi nilai kebangsaan dan keagamaan. Kami juga ingin mewarisi semangat dan cara guru MAN Insan Cendekia dalam mengajar karena mereka sangat inovatif. Jadi guru tidak hanya mengajar di dalam kelas tetapi dapat mengunakan taman sebagai tempat pembelajaran. Guru juga tidak diperkenankan mengajar di sekolah lain agar konsentrasi mereka tidak terpecah dan all out dalam membagikan ilmunya kepada para siswa.
Demikian laporan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di MAN Insan Cendekia Serpong Tangerang yang kami laksanakan pada tanggal 25 s/d 28 April 2013. Adapun laporan ini kami susun guna memenuhi tugas kegiatan KKL Program Studi Pendidikan Agama Islam Jurusan Tarbiyah STAIN Pekalongan semester genap tahun akademik 2012/2013. Semoga bermanfaat bagi yang membacanya. Amiin.




















LAMPIRAN - LAMPIRAN



















Lampiran I

 

KALENDER AKADEMIK

MAN INSAN CENDEKIA SERPONG TANGERANG

TAHUN AJARAN 2012/2013

 

 Kalender akademik kegiatan – kegiatan siswa MAN Insan Cendekia Serpong Tangerang pada tahun ajaran 2012 -2013, antara lain:

Semester I
9 Juli 2012
Awal Masuk Tahun Ajaran Semester 1
9 – 10 Juli 2012
Tes Diagnostik Akademik Kelas X
9 – 14 Juli 2012
Pekan Taaruf Siswa
16 – 21 Juli 2012
Matrikulasi kelas X
11 Agustus 2012
Open House & Buka Puasa Bersama
12 – 28 Agustus 2012
Libur Ramadhan & Iedul Fitri
29 Agustus 2012
Awal Masuk setelah libur Ramadhan
Silaturahmi & Halal Bihalal warga IC
1 September 2012
Tes Minat dan Bakat Siswa Kelas XII
3 – 4 September 2012
Pelantikan Pengurus OSIS periode 2012-2013
Kegiatan LDK siswa Kelas XI
21 – 22 September 2012
Peringatan Hari Jadi MAN Insan Cendekia
Career Day
Peresmian Science Center & Go Green School
1 – 6 Oktober 2012
Ujian Tengah Semester 1
13 Oktober 2012
Pembagian Rapor Tengah Semester 1
20 – 21 Oktober 2012
Kegiatan Outbound Siswa Kelas XI
26 Oktober 2012
Hari Raya Idul Adha 1433 Hijriyah
10 November 2012
Upacara Peringatan Hari Pahlawan
15-16 November 2012
Tahun Baru Hijriyah & cuti bersama Nasional
5 – 15 Desember 2012
Ujian Akhir semester 1
17-18 Desember 2012
Ujian Siang Proposal KIR kelas XI
17-21 Desember 2012
Kegiatan Keasramaan dan Kesiswaan
22 Desember 2012
Pembagian Rapor Semester 1
24-31 Desember 2012
Libur Semester 1
Semester II Tahun Pelajaran 2012/2013
2 Januari 2013
Lanjutan libur semester
7 Januari 2013
Awal Masuk Pembelajaran semester 2
24 Januari 2013
Libur umum nasional
8 – 10 Februari 2013
Rapat Kerja Dewan Guru dan Karyawan
4 – 16 Maret 2013
Prakiraan Ujian Praktek Kelas XII
9 – 12 Maret 2013
Sonics, Linguistic, dan I Care (kesiswaan)
18 – 23 Maret 2013
Prakiraan Ujian Sekolah
29 Maret 2013
Libur umum nasional
1 – 6April 2013
Ujian Tengah Semester 2 dan Prakiraan UAMBN
13 April 2013
Pembagian rapor Tengah Semester 2
15 – 19 April 2013
Prakiraan Ujian Nasional
23 – 25 April 2013
Studi Kolaborasi Siswa Kelas X, XI, dan XII
9 Mei 2013
Libur umum nasional
25 Mei 2013
Libur umum nasional
29 Mei 2013
Khataman Al Qur’an siswa kelas XII
1 Juni 2013
Pelepasan Resmi Siswa kelas XII
Pameran Hasil Karya Siswa
3 – 13 Juni 2013
Ujian Akhir Semester 2
14 – 15 Juni 2013
Ujian Sidang Karya Ilmiah Kelas XI
17 -19 Juni 2013
Tadabur Sosial Siswa kelas X dan XI
20 – 21 Juni 2013
Persiapan Pameran
22 Juni 2013
Pembagian Rapor Semester 2 & Pameran Karya Siswa
24 Juni – 5 Juli 2013
Libur Kemaikan Kelas
*)   Jadwal sewaktu-waktu dapat berubah,
disesuaikan dengan keputusan pemerintah
yang berkaitan dengan instansi pendidikan

Lampiran 2

DOKUMENTASI SARANA DAN PRASARANA
MAN INSAN CENDEKIA SERPONG TANGERANG


ASRAMA GURU





PENGESAHAN LAPORAN



Laporan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Jurusan Tarbiyah STAIN Pekalongan Tahun Akademik 2012/2013 di MAN Insan Cendekia pada tanggal 25 s/d 28 April 2013 yang disusun oleh Kelompok XI ini telah dikonsultasikan dan diketahui oleh Dosen Pembimbing dan disahkan oleh Ketua Jurusan Tarbiyah STAIN Pekalongan pada :

Hari                 :   Senin,
Tanggal           :   06 Mei 2013

                                                                Pekalongan, 06 Mei 2013

                        Ketua Jurusan                                                               Pembimbing



            Moh. Muslih, M.Pd, Ph.D.                                           H.. Agus Khumaedy, M.Ag
                                               
 

No comments: